Menjelang 21 September


Waktu benar-benar tanpa kompromi,,gak pernah sedetikpun berhenti. Dia terus berjalan tanpa pedulikan kita. Dia terus meninggalkan kita. 1 detik, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun,,, akan terus berlari tanpa henti.

Menjelang 21 September. 9 tahun yang lalu, saat kelas 3 SMA, pernah terbayangkan, saat ini bayangannya waktu itu, mestinya sudah beristri, dan punya anak 1. teringat janji kami di koridor mesjid at-taqwa, bahwa pada tanggal 1 bulan 1 tahun 2011 (1-11-11) kami akan berkumpul reuni. Dengan setengah bercanda kami membayangkan masing-masing kita sudah bekerja/berbisnis, dateng dengan keluarganya masing-masing..pada bawa anak..kemudian berkumpul,makan bersama,berbagi cerita di tengah keramaian anak2 bermain.. hmmm bayangan anak kelas 3 SMA waktu itu begitulah.

kemudian realita ternyata bercerita lain.. tanggal 1 bulan 1 tahun 2011, sedang di tempat yang jauh. karena pertimbangan waktu dan biaya. Untuk hadir pun saya tak bisa.. dan keadaan pun belum banyak berubah. waktu itu baru saja meniti karir di tempat baru. Dimana karir yg kuambil benar-benar dilematis dan menggoyang idealisme sebelumnya. Orang mungkin memandang saya berputar 180 derajat, atau bahkan mungkin saja menganggap saya murtad. Dan tentu saja masih single dengan segala permasalahannya..

Menjelang 21 September. Semoga setiap doa dan harapan yg tertunda bisa segera terlaksana dengan lancar.Satu batu besar yang masih belum bisa dilewati semoga bisa segera terlampaui untuk bisa menggapai batu-batu besar selanjutnya.

Semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s