Malam Ini Ada Pesta


Wan..jangan lupa Malam Ini Ada Pesta.. datang ya..

Selalu kata-kata itu keluar dari teman-teman di kantor kalau hari itu ada undangan pernikahan salah satu karyawan di kantor. Ajakan sekaligus pengingat. Dan ternyata biasanya tidak sedikit undangan yang tiba-tiba ada diatas meja, setiap bulan selalu ada yang menikah, bahkan dalam 1 bulan pernah sampe 5 undangan. Itu belum termasuk undangan dari teman-teman atau saudara-saudara saya di Jawa yang pastinya tidak dapat saya penuhi.

Dan begitupun malam ini tadi, kebetulan yang menikah adalah Anaknya Bupati yang menikah dengan salah satu karyawati di kantor saya. Ramai sekali yang datang, maklum nikahan keluarga pejabat. pas saya datang antrian sudah panjang saja..

Ada beberapa hal menarik dalam pesta pernikahan di Ruteng sini, antara lain :

1. Diadakan di malam hari dan bukan hari libur

Ya, semua undangan pesta pernikahan yang pernah saya datangi itu semua diadakan di malam hari, biasanya mulai jam 7 malam s.d selesai..sekitar tengah malam. Dan hari-nya itu bukan hari libur! bukan di hari minggu atau di hari sabtu, tapi di hari biasa, di hari kerja.

Konon orang sini juga memiliki kepercayaan tentang perhitungan hari baik, kapan baiknya diadakan pernikahan. namun sekali lagi tidak di hari libur hehe beda dengan di Jawa, rata-rata di hari minggu, sabtu dan tanggal-tanggal merah..

2. Datang Tepat waktu serempak sesuai undangan

Kalau di undangannya jam 7 malam, maka serempak semua tamu undangan datangnya jam 7 malam semuanya..datang teng tepat waktu! maka tak heran terjadi antrian di pintu masuk gedung atau di tenda resepsi (kalau outdoor) saat mau masuk. Dan yang namanya amplop angpau..ternyata sama aja disini juga ada..hehe

cuma kalau disini langsung bayar dimuka saat pertama kali datang. Jadi pas antri masuk itu kalau ada buku tamu isi buku tamu, masukin angpau, dapet cendera mata, salaman sama yang punya hajat dan salaman sama mempelai, kemudian duduk.

3. Semua undangan duduk

Jangan khawatir gak kebagian duduk, disini kursi disediakan sesuai jumlah undangan, jadi banyak sekali kursinya yang disediakan. Semua dapat duduk. Jadi kalau di Jawa sana habis salaman dengan mempelai langsung makan, disini langsung duduk, tunggu semua tamu masuk dan duduk dulu, dan ikuti rangkaian acara dari MC

4. MC bener-bener Menghibur

Selalu ada gelak tawa dan canda di setiap pesta pernikahan disini, dan biang keroknya adalah MC. Apa itu dia sindir-sindir mempelai sampai tersipu-sipu, bercerita cerita lucu, dan tentunya yang khas seringkali bercanda menggunakan bahasa manggarai, yang tidak saya pahami, tapi saya suka ikut ketawa saja..haha

5. Mempelai membuka acara, biasanya bernyanyi kemudian mengajak dan mempersilahkan tamu undangan makan

Biasanya Mempelai oleh MC diminta tampil di awal untuk menyanyikan sebuah persembahan lagu, ini tentu sangat menarik perhatian semua tamu undangan, dan tentu bisa membuat si mempelai nervous..dan ya.. selalu ada hal lucu yang ditunjukan mempelai, ada aja yang bisa bikin semua riuh.. tapi akhirnya selalu jadi romantis terlihatnya🙂

Dan yang menarik lainnya, saat waktu makan tiba, kedua mempelai turun dari pelaminan untuk mengajak dan mempersilahkan para tamu untuk makan. Pemadangan yang belum pernah saya lihat sebelumnya di umumnya pernikahan di jawa.

5. Makannya Prasmanan, antri dan duduk

Jangan coba-coba terlambat datang ke pesta pernikahan kalau tidak ingin terlambat makan karena harus antri lama. Karena makannya harus antri mulai dari barisan kursi paling depan urut hingga barisan kursi paling belakang.. dan makan di tempat duduk semula, tidak sampai berebut..dan tenang semua dapet tempat duduk, tidak ada standing party..

6. Doa dan Wejangan, berbagi ilmu dan pengalaman. Biasanya Seru

Ini saat-saat yang syarat makna, karena apa yang disampaikan meski ditujukan untuk kedua mempelai, ini sangat bermanfaat juga bagi semua tamu undangan. Karena tentu saja yang namanya permasalahan keluarga dan pernikahan pasti melanda setiap keluarga, sehingga saat-saat ini bisa menginspirasi dan mencerahkan semua tamu undangan. Yang menyampaikan biasanya tokoh/sesepuh dari keluarga, kalau tidak tokoh masyarakat setempat atau tokoh agama.

7. Tamu Undangan Sumbang Lagu

Hiburannya tidak berlebihan jika dikatakan dari tamu, oleh tamu, untuk tamu.. karena secara bergilirian tamu diminta tampil menyanyikan lagu, dan biasanya para tamu pun sudah mempersiapkan sebelumnya, latihan dulu. Tak terkecuali temen-temen saya dikantor, biasanya di sore hari selepas jam kerja sebelum malamnya datang ke pesta pada latihan nyanyi dulu di kantor bareng-bareng.. lumayan melatih olah vokal sekaligus melatih kekompakan

Itulah sekilas gambaran pesta pernikahan yang biasa dilakukan di Ruteng, lebih teratur, lebih rapi, dan lebih terasa kekeluargaan dan kebersamannya, lebih syarat makna, namun tetap meriah, ceria, dan menyenangkan. Meski semalam sempat mati listrik, itu tidak sampai mengurangi meriahnya acara..tetap berlangsung dengan lancar sampai akhir.

Namun satu yang tidak ada disini, tidak ada sesi foto bareng mempelai di pelaminan seperti yang biasa dilakukan di Jawa. Foto-foto disini hanya foto biasa saja, foto alamiah.. ah sayang sekali

Itu dulu, semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s