Working In Process..


WIP (Working In Process), saya tidak akan membahas teori ekonomi manajemen mengenai proses produksi, tidak pula akan membahas barang setengah jadi, tapi WIP disini maksudnya adalah bahwa setiap kita ini semuanya berproses, ada dalam suatu proses. Dalam konteks apa? dalam konteks menjadi pribadi yang lebih baik atau mungkin sebaliknya berproses menuju pribadi yang lebih buruk (Naudzubillah)

Karena saya menemukan fenomena yang cukup menarik. Tadi pagi seperti biasa membuka halaman facebook saya melalui HP, ada notifikasi hari ulang tahun teman-teman saya. Ada satu teman SMA saya yang ulang tahun hari ini, teman sewaktu kelas 3 SMA, kelas yang terkenal Baragajul bin Bandel, susah diatur dan waktu itu saya bersama beberapa teman sempat men-cap kelas itu sebagai kelas pembuangan..karena pikiran saya waktu itu siswa-siswa yang sebelumnya dikenal bandel, pada ngumpul di situ.

ada apa dengan teman saya yang satu itu? Dia ternyata sekarang bekerja di Bank Syariah! Bank Syariah terbesar. Jujur saya agak kaget, karena kalau saya flashback ke jaman-jaman kelas 3 SMA waktu itu, yang saya tahu dia sepertinya tidak mungkin tertarik dengan Syariah, karena setahu saya dia tidak tertarik dengan kegiatan-kegiatan Islami di sekolah, dari penampilan, hobby, dan sehari-harinya yang cenderung seorang remaja anak band, stelan skater, biasa nongkrong-nongkrong, momotoran mirip geng motor— ternyata sekarang bekerja di Bank Syariah. Saya memang belum tahu kenapa, namun yang pasti orang yang bekerja di Bank Syariah tentu awalnya dari minat, kemudian ada wawasan keislaman, dan pengetahuan tentang perbankan syariah. Karena saya pernah mengalaminya, seleksinya sampai ada ilmu tajwid, fiqih, hafalan ayat dan tentunya istilah-istilah di perbankan syariah seperti Mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, istishna, dst

Ditambah lingkungan kerjanya tentu dikondisikan Islami di kantor, dengan dia semasa kelas 3 SMA yang saya tahu, rasanya agak sulit dia bisa seperti itu.

Namun fakta ternyata berbicara lain, Dia sekarang berubah, saya yakin dia tidak seperti dulu lagi sewaktu kelas 3 SMA. Malah saya yang sedari kecil ditakdirkan hidup di lingkungan yang mayoritas dekat dengan lingkungan mesjid dan kegiatan Islami, bahkan jelas-jelas aktif di kegiatan ekonomi syariah semasa kuliah saja, untuk bisa bekerja di Bank Syariah ternyata tidak mudah waktu saya apply. Bahkan beberapa tidak lulus seleksi Administrasi sekalipun! dan sekarang malah bekerja di Bank yang dulu saya sering bahas keharaman usahanya.

itu salah satu bukti bahwa setiap kita berproses, saya jadi teringat satu ayat di Al-Quran berikut :

“Wahai kaum yang beriman, janganlah kamu memperolok-olokkan kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan itu lebih baik daripada mereka yang memperolok-olok.”(QS. Al-Hujurat : 11).

salah satu yang saya pahami dari ayat itu adalah fungsi ruang dan waktu yang mempengaruhi baik-buruk seseorang, hari ini si A mungkin seorang pencuri, namun besok si A tidak mustahil jadi polisi yang menangkap pencuri. Di kampus si B mungkin rajin shalat berjamaah di Mesjid Kampus, namun boleh jadi di Kosannya si B enggan datang shalat berjamaah ke mesjid di sekitar kosannya.

satu ayat lagi :

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah sebagian besar dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, jangan pula sebagian kamu menjelek-jelekkan sebagian yang lain. Adakah di antara kamu yang suka makan daging saudaranya sendiri yang telah mati.”(QS. Al-Hujurat : 12)

Ini menjadi cambuk pengingat untuk saya pribadi untuk lebih hati-hati dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Khususnya kepada saudara-saudara, orang-orang disekitar kita. Jangan sampai ada rasa ujub, takabur, merasa diri lebih baik dari orang lain, merasa diri baik, sholeh, padahal jauh panggang daripada apinya.

Rosulullah SAW saja selalu rendah hati kepada siapapun, meski sudah di ma’sum, setiap sepertiga malam beliau tetap memohon ampun kepada Allah. Inilah sosok orang mulia yang sholeh itu. Orang sholeh tidak pernah merasa dirinya sholeh, merasa dirinya bersih dari dosa, merasa dirinya tidak ada cela dan kekurangan..

~sekedar renungan @Bandara Ngurah Rai Denpasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s