Suasana Jogja..


Jogjakarta… salah satu kota kenangan yang cukup indah. Banyak yang bilang, sekali anda ke Jogja, maka anda akan rindu untuk kembali kesana. Tentu bukan hanya Jogja. Namun begitulah adanya termasuk saya. Suasana Jogja memang beda, saya pun ingin lagi pergi kesana meski ada sesuatu yang mengganjal di hati.

Pertama kali mengunjungi Jogja pada waktu kelas 2 SMA, Tahun 2001, ada acara Study Tour (Baca: Wisata) ke Jogja, mengunjungi beberapa Objek Wisata dari mulai Gua Jatijajar (Kebumen) , Candi Borobudur (Magelang) , Keraton Jogja, Pantai Parangtritis, dan tentunya Kota Jogja itu sendiri dari mulai jalan Malioboro, Pasar Bringharjo, Pusat Kerajinan Perak di Kota Gede

Waktu itu adalah rekor perjalanan paling jauh yang pernah saya alami, lewat darat juga menggunakan Bus Pariwisata. Ada sedikit kejadian lucu sebelum berangkat dari sekolah saya di bilangan Jl Buah Batu Bandung. Waktu itu dini hari rombongan akan berangkat, saya dari rumah sekitar pukul 2 pagi berangkat naik angkot, karena masih agak ngantuk angkotnya bablas..Jl Solontongan tempat sekolahku berdiri kelewatan, baru sadar pas sudah masuk  Jl Pelajar Pejuang.. untung angkot arah sebaliknya cepat melintas, kalau tidak.. batal sudah wisata ke Yogya..

Yang paling berkesan waktu itu adalah saat dimana saya bersama-sama teman-teman mengitari keindahan Jogja di malam hari menggunakan Becak  rame-rame..maklum salah satu yang khas dari Kota Jogja adalah angkutan umum di malam hari tutup..eh maksudnya tidak ada. khususnya bis kota, karena di Jogja tidak angkot. hanya ada bis kota. yang ada di malam hari hanya Taxi, Becak dan Ojeg. itu pun terkonsentrasi di tempat tertentu saja. Mungkin taxi yang paling mudah, karena bisa di telepon walaupun tidak kelihatan hilir mudik.

Ada kesan dan keindahan tersendiri naik becak rame-rame di malam hari mengitari Kota Jogja, lihat-lihat bangunan-bangunan bersejarah di pusat kota, lihat patung/monumen kota, lihat keramaian pinggir jalan, sampai mampir ke Dagadu beli buah tangan.. sampai sekarang jadi salah satu kenangan yang indah.Di Pantai Parangtritis kita main bola bersama-sama dengan guru-guru dan karyawan sekolah, itu juga pengalaman yang berkesan, sudah seperti keluarga disana. Seperti liburan keluarga, guru-guru seolah-olah benar-benar orang tua kita.

Kali ke-2 mengunjungi Jogja selepas saya masuk Kuliah,bersama teman-teman etoser (penerima beastudi etos DD Republika), saat itu sekitar Tahun 2004 kami ke Jogja setelah pertemuan nasional di Parung Bogor, kami melakukan perjalanan dari Bogor-Depok-Jakarta-Bandung-Yogya-Solo (sampai Tawangmangu) total sekitar kurang lebih 1 Mingguan. Jadi waktu itu berangkat dari Bandung, niat hati naik kereta ekonomi dari Bandung, tapi karena salah Stasiun, akhirnya naik Bis juga dari Cicaheum.. sebelumnya saya kira dari Stasiun Bandung berangkatnya, ternyata dari Stasiun Kiara Condong.. sempat kita kejar ke Kiara Condong,,namun terlambat sudah, kereta keburu berangkat sekitar Jam 06.30 pagi..

Siang sekitar jam 11 baru berangkat, dan sampai jogja dini hari sekitar jam 2.. Perjalanan yang sangat melelahkan. Kita sempat terdampar di depan Terminal Giwangan Jogja..pinggir jalan sambil tiduran menunggu jemputan etoser Jogja yang di UGM.. waktu saya bersama Nasikhin (UI), Nanang (ITS), Rozi (Unand), Hadi (ITS), Arif (Unibraw), Upi (UGM), Hendro (UGM), Anita (UGM) dkk mengitari kota Jogja, mengitari UGM, Keraton lagi, Malioboro (lagi) dan icip kulineran..lanjut ke Solo naik kereta dari stasiun lempuyangan, sambung bis sampai Tawangmangu, bermalam di rumah Upi yang masih asli Rumah Jawa, Rumah Joglo..asri tenan.. sampai ke Air Terjun Grojogan Sewu..

Kali ke-3 ke Yogya setelah saya jadi bagian dari organisasi  mahasiswa  yang cakupannya nasional. Ada kegiatan Rakernas FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) di kampus FE UGM, seluruh pengurus dateng ke Jogja termasuk perwakilan setiap KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam/ di FE Unpad namanya ISEG (Islamic Studies of Economic Groups), dari FE Unpad dan Jawa Barat saya yang mewakili, lumayan juga jadi bisa jalan-jalan gratis dan bertemu saudara-saudara seperjuangan, saudara-saudara baru se Indonesia..😀 di luar rapat, kita sempat mampir ke Keraton (lagi), Malioboro (lagi) dan Pasar Bringharjo (lagi).. waktu itu pertama kali Naik Kereta Kelas Bisnis dari Bandung-Yogya..di luar ekspektasi, pegel-pegel dan masuk angin..

Kali ke-4 selepas lulus kuliah dan bekerja di Jakarta, ada kerjaan di Solo, eh undangan aja sih dari Klien, ada Rakernas mereka, salah satu Group BPR besar di Indonesia. saya kesana lewat Jogja, pertama kali ke Jogja Pake Pesawat dari Jakarta. Bandara Adi Sucipto terkenal dengan landasannya yang pendek dan anginnya yang kenceng, jadi agak rawan..baru-baru ini aja ada yang tergelincir lagi, sebelumnya sempat tutup karena cuaca, dan yang paling parah pesawat Garuda pernah ada yang celaka sampai terbakar disana..

kali ke-5,6,7,8,9,10 terlalu panjang untuk diceritakan, kali itu sampai sempat mengunjungi Candi Prambanan, Candi Boko yang diatas gunung, Kebun Binatang Gembira Loka, Ambarukmo Plaza (Amplas), Galeria, Sunday Morning UGM, Mesjid Gede Alun-alun Timur Jogja, dll lebih banyak lagi ngubek Jogja. Sampai saya dapat pekerjaan sekarang ini, saya dapat di Jogja sana, di Kampus UGM.

tidak berlebihan kalau Jogja adalah salah satu Kota yang ada di hati, kota yang indah dan penuh kenangan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s