Ruteng, 25 Desember


Ruteng kerasa beda sekali kalau sudah tiba tanggal  25 Desember, walaupun masih beberapa minggu sebelumnya. Suara letusan kembang api sudah menggelegar di setiap sudut kota. Jalanan dihiasi lampu-lampu warna warni, ada yang berbentuk bintang, atau sekedar membuat lampu dari bekas botol/gelas air mineral yang dicat warna-warni, dikasih lampu didalamnya, kemudian dipasang di sepanjang jalanan kota. Sederhana..namun cukup indah juga.

Kondisi jalan pun lebih ramai sekali dibanding biasanya, terutama di seputar pertokoan dan supermarket. Akhirnya bisa merasakan kemacetan juga disini..hehe orang-orang ramai sekali untuk berbelanja. Dan sepertinya jumlah penduduk kota tiba-tiba bertambah signifikan. Mungkin banyak perantau asli  Ruteng pada mudik kalau hari raya begini, dan bisa juga karena banyak penduduk yang dari desa-desa nan jauh disana datang ke Ruteng untuk berbelanja segala kebutuhan untuk hari raya. Sehingga praktis membuat Ruteng jadi ramai.

Tak terkecuali di tempat saya bekerja, terutama di ATM, terutama seminggu terakhir menjelang hari raya. Antriannya panjang sekali, dan itu terjadi setiap hari. sampai setiap hari harus isi ulang terus itu ATM, karena dalam sehari transaksinya milyaran.Pemandangan yang hanya ada di waktu hari raya begini. Ini sebetulnya hampir sama saja ketika lebaran tiba di tempat yang mayoritas muslim, namun karena saya bukan merupakan bagian darinya, rasanya beda.Jadi pengalaman baru, berada di tengah-tengah masyarakat yang berbeda budaya dan keyakinan.

Pengalaman pertama kali juga, di hari raya mereka saya ikut bersosialisasi. Ikut menjadi bagian dari kebahagiaan mereka, saya bersama teman-teman mengunjungi rumah-rumah mereka, mengucapkan selamat, alasan utama karena mereka rekan kerja, atasan kita di kantor, dan sejatinya sebetulnya saudara-saudara kita juga. Dalam rangka membina hubungan yang baik dengan mereka lah saya melakukannya, disini juga sudah menjadi tradisi, meskipun berbeda agama, tapi kalau di hari raya semua saling bersilaturahmi, saling mengujungi. tak terkecuali ketika Idul Fitri, mereka pun melakukan hal yang sama. Apalagi di daerah-daerah timur, kadang sangat sensitif kalau tradisi tersebut tidak dilakukan bisa mengakibatkan masalah sosial yang bisa jadi menimbulkan permusuhan, paling parah bisa berujung pada kekerasan. Sehingga tradisi seperti ini memang baik untuk dilakukan supaya kehidupan masyarakat tetap dalam keadaan yang aman, damai dan rukun.

Tahun depan konon katanya akan ada acara besar disini yang akan dihadiri Presiden. Karena disini ada Keuskupan yang menginjak usia 100 tahun, akan datang para tamu dari Vatikan sana sebagai pusat pimpinan agama Katolik ke Ruteng, sehingga menjadi kegiatan Internasional, makanya presiden dijadwalkan akan hadir juga. Di Ruteng ini memang salah satu pusat kegiatan mereka untuk di wilayah timur Indonesia, banyak sekali disini tempat-tempat pendidikan katolik, kesusteran, keuskupan, katedral juga ada, kalau gereja sudah dimana-mana, namanya juga Kota Dengan Seribu Gereja. Jadi Ruteng dalam hal ini memiliki peranan yang sangat penting.

One thought on “Ruteng, 25 Desember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s