P.O.A.C


Mengawali kategori tentang Management.. saya langsung teringat dengan POAC yang merupakan singkatan dari Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Satu teori Fungsi Manajemen diantara banyak teori Fungsi Manajemen Lainnya.

Fungsi pertama : PLANNING

” Jika kamu gagal dalam merencanakan, itu sama saja artinya kamu merencanakan kegagalan…” ya, saya sepakat sekali dengan quote tersebut. Kita harus memiliki perencanaan, supaya segala sesuatu yang kita lakukan itu jelas arahnya. Bagaikan membangun sebuah bangunan, blue print-nya harus jelas dulu, denahnya dibuat dulu, bahan-bahannya dipikirkan dulu, tipe bangunan dan desainnya dst harus jelas.Supaya ketika bangunan itu mulai dibangun, yang membangun tidak bingung dan asal bangun begitu saja, apalagi kalau yang bangun itu banyak orang,, bisa kacau balau kalau tidak ada perencanaan, setiap orang akan membangun dengan pikirannya masing-masing.. seleranya masing-masing.. tidak akan pernah selesai nantinya.

Pertanyaan selanjutnya adalah perencanaan yang terbaik itu seperti apa?? Mulai dari mana?

Saya jadi ingat bukunya Sean Covey : Seven Habit for Effective Teens..salah satu buku yang banyak mempengaruhi pikiran saya selepas masa  SMA. Dalam buku itu dijelaskan pentingnya Mulai Dari Akhir..ketika kita merencanakan sesuatu. Apa maksudnya?? Mulai Dari Akhir disini artinya Tujuan, Sesuatu yang diharapkan terwujud, kondisi ideal yang kita inginkan, dalam bahasa lain bisa diartikan Visi atau Misi. Sederhananya ketika kita merencanakan perjalanan, hal pertama yang harus ditentukan adalah mau kemana?? Ketika merencanakan bangun rumah, rumah seperti apa? Tipe berapa?

Dan untuk menggambarkan Mulai Dari Akhir ini secara utuh, metode SMART adalah metode yang paling mudah kita pahami dan mudah diterapkan. Apa itu SMART? Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely (banyak versi, saya ambil versi itu saja) artinya Harus Spesifik, Terukur, Sesuatu yang memang bisa kita capai, Realistis dan tentukan waktunya.

Kembali ke contoh rencana bangun rumah, Spesifik berarti Rumahnya Jelas Rumah Tipe Apa, Terukur : Luas tanah berapa, luas bangunan berapa, lantai berapa, biaya berapa, Achievable : Lihat kemampuan kita, bisa tidak kita capai, penghasilan kita bisa mememenuhi biayanya tidak, desain rumahnya bisa dikerjakan tidak, arsitek atau tukang bangunnya bisa tidak mengerjakannya. Realistis : Dana ada tidak?, bahannya ada dan mudah didapat tidak? Lokasinya ada dan jelas batasnya?, Waktu : Selesai kapan? Tahapannya seperti apa? Berapa lama.

Perencanaan mencakup 100% apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sehingga bisa dikatakan 50% keberhasilannya bisa ditentukan dari perencanaannya, sisanya baru di fungsi yang selanjutnya.

Fungsi Kedua : ORGANIZING

Fungsi ini di tahap perencanaan sudah ditentukan, mengorganisasikan berarti membuat Struktur Organisasi, Membuat Pembagian Peran dan Fungsi. Intinya disitu. Untuk membangun rumah : ada Pimpinan Proyeknya tentunya yang mengawal keseluruhan aktifitas supaya tujuan akhirnya tercapai, menjadi penanggung jawab utamanya. Kemudian ada Arsiteknya yang membuat Blue Print, Buat Denah, ada Bendahara yang mengelola dana pembangunan, ada Bagian Belanja bahan-bahan bangunan, ada Pekerja Bangunannya, ada mandornya, pekerja bangunan juga jelas kerjaannya, mana ahli bikin fondasi,tembok, mana ahli perkusenan, siapa yang di Finishing, dst..

Fungsi Ketiga : ACTUATING

Dari asal katanya ACT.. atau ACTION..disini berarti tahap pelaksanaan, tahap implementasi. Lakukan rencana yang telah dibuat tersebut sesuai tahapan, sesuai fungsi dan peranannya masing-masing. Arsitek buatlah blue print rumahnya, bikinlah gambar sesuai rencana rumahnya. Bendahara siapkan dananya dan mulailah belanja bahan-bahan sesuai tahapan pembangunannya setelah Blue Print selesai, pekerja bangunan mulai bikin fondasi dst.. lakukan semuanya sesua rencana diawal.

Fungsi Keempat : CONTROLLING

Ini fungsi yang paling penting setelah perencanaan, bagaimana perencanaan ini dijaga dan dikendalikan supaya tidak terjadi penyimpangan, tidak terjadi hal-hal yang membuat rencana kita gagal dalam realisasinya. Antisipasi perlu ditentukan juga di perencanaan, sehingga ketika terjadi sesuatu, kita tidak terlalu sulit untuk mengontrolnya, tidak bingung tentang apa yang harus kita lakukan ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Misal terjadi kecelakaan pekerja, kita antisipasi dengan asuransi kecelakaan, kita antisipasi juga kesiapan tenaga penggantinya dari mana dst

Demikian sedikit tulisan pembuka tentang tema Management..

Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s