Sisi Lain Kota Ruteng…


Sewaktu di perjalanan dari Reo, salah satu kota pelabuhan tua di daratan Flores. Bahkan kota tersebut lebih tua dari Ruteng. Saya bersama salah satu pekerja senior dan pimpinan sempat banyak berbincang mengenai salah satu kebiasaan masyarakat manggarai, penduduk asli disini, yang dari dulu kala sampai sekarang masih saja tidak berubah. Apakah itu? Minum dan Judi.

Ah..tentu itu bukan hal baru. Rasanya disetiap daerah penyakit ini ada saja, tak terkecuali di Bandung, tempat asal saya. Namun lebih jauh lagi kami berbincang, ternyata kebiasaan buruk itu disini memang kelihatannya lebih parah.. yang namanya minum minuman keras saja, itu yang diminum kadar alkoholnya sangat tinggi. Yang namanya sofi seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, sudah seperti bahan bakar saja. Mudah sekali terbakar, bisa dibayangkan bagaimana tubuh kita jika sering mengkonsumsi itu.

Dan yang namanya minum minuman keras, baik Sofi, Bir yang cap bintang sampai yang Red Lable.. sudah tidak lagi kebiasaan, namun sudah menjadi budaya. TIdak sedikit desa yang memiliki kebudayaan minum yang kental, menyediakan minuman keras kepada tamu itu tanda penghormatan bagi mereka, dan jika kita tidak meminumnya, bisa dianggap tidak menghormati, dan bisa menyinggung mereka.Dan bisa membuat mereka marah. Sehingga tidak heran, bertamu biasa saja disuguhi minuman keras, apalagi kalau ada acara pesta pernikahan, kelahiran, bahkan kematian. Minuman keras menjadi menu yang wajib disediakan.

Sebotol bir bintang juga bisa menjadi simbol perdamaian,,pernah suatu waktu ada nasabah datang ke kantor membawa sebotol bir ketemu saya, pak tolong ini diterima, ini adat kami. Tanda perdamaian dari keluarga, kebetulan sebelumnya salah satu rumah anggota keluarganya yang merupakan agunan kredit kita datangi untuk di lelang, ternyata ada anggota keluarga yang mau membeli sendiri, supaya tidak sampai dilelang,,sebagai simbol dari rencana itu, sebotol bir diserahkan. Sebetulnya harusnya saya meminumnya tanda penghormatan juga, tapi dasar saya, saya hanya terima saja, gak diminum. Saya simpan saja, biar yang biasa minum saja yang meminumnya.

Pernah lagi di satu pesta kelahiran, saya disuguhi semacam sofi, yang warnanya mirip teh. Hampir saja saya meminumnya, untung baunya cepat tercium sebelum masuk mulut, sehingga tidak jadi. Tapi memang rasanya ga enak sama keluarga tuan rumah, sudah menerima segelas, tapi saya tidak meminumnya ;D untugnya mereka bisa menerima. gak sampai tersinggung dan marah.

Yang kedua kebiasaan judi. Yang namanya judi kupon putih, di Jawa semacam SDSB, kode buntut, disini masih marak sampai sekarang. Bandarnya masih banyak. Walaupun sudah banyak yang tertangkap basah dan dipenjara, tetep saja ada lagi ada lagi yang jadi bandar. Karena peminatnya banyak. Bedanya disini, parahnya disini itu kebangetan kalau judi, jadi kalau misal ada yang sedang berduka cita, ada keluarga atau tetangga yang meninggal, biasanya kan ada semacam upacara adat duka, atau upacara kenduri. Anggota keluarga dan tetangga-tetangga berkumpul, tujuan awalnya untuk berbela sungkawa, mendoakan, dan menghibur keluarga yang berduka. eh malah ujung-ujungnya mereka suka berjudi.. ya berjudi di rumah duka..ini sudah biasa dilakukan, lebih parahnya lagi si tuan rumah yang lagi berduka secara tidak langsung ikut mendukung, sebagian hasil judinya untuk si tuan rumah yang lagi berduka, jadi kayak itung-itung nyumbang tanda bela sungkawa, atau pajak judi kali ya, karena sudah menyediakan tempatnya ..yang ini yang baru saya temukan disini. malah bisa sampai ribut jadinya, padahal tuan rumah sedang berduka, eh kesempatan lagi ngumpul malah judi

One thought on “Sisi Lain Kota Ruteng…

  1. sepertinya tulisan anda membutuhkan banyak koreksi..
    anda belum mengenal daerah (kampung halaman) saya lebih mendalam..
    yang anda tahu hanyalah kulit luarnya saja dan langsung anda ‘pamer’kan di blog pribadi anda..
    anda punya hak menulis apapun di blog anda sesuka hati anda, tapi tolong diselidiki lebih dalam lagi hal-hal yang memang perlu untuk didalami..
    Contoh: orang manggarai tidak akan marah bahkan mengamuk jika anda disuguhkan ‘sopi’ bukan ‘sofi’ seperti yang ada tulis, bila anda menolak untuk meminumnya..orang manggarai juga punya rasa ‘menghargai’ tamu..jika anda menolak secara baik-baik, mereka akan sangat memaklumi anda..anda tinggal mengatakan ‘maaf, saya tidak biasa minum minuman beralkhol’..
    begitu pun bir..aslinya dalam adat manggarai ‘tuak bakok’ adalah salah satu media yg dipakai dalam urusan atau upacara adat termasuk upacara perdamaian, dll. namun karena sekarang sudah sulit untuk menemukan tuak bakok makanya diganti dengan bir yg biasa dijual di toko ataupun warung-warung di sana. anda TIDAK HARUS meminumnya, tetapi anda boleh menerimanya sebagai tanda bahwa anda menerima maksud dari orang tersebut. setelah itu anda boleh membuang ataupun memberikan ‘tuak’ atau bir tersebut kepada orang lain itu adalah urusan anda, karena itu sudah menjadi hak anda. kami sebagai orang manggarai pun bisa seperti itu karena orang manggarai pun banyak yang tidak suka mengkonsumsi minuman beralkohol [termasuk ayah saya].
    jangan sampai tulisan anda akan menghasilkan kesalahan persepsi dari orang-orang yang membacanya terutama orang-orang di luar manggarai.
    saya juga tidak sependapat dengan anda tentang ‘judi’ di manggarai yang ternyata lebih parah dari daerah lain di indonesia..saya kebetulan pernah cukup lama tinggal di jakarta dan kebetulan saat ini tinggal di State [anda bisa mengecek dari IP Address saya]..dan saya menemukan berbagai macam jenis judi yg menurut saya jauh lebih parah dari yang ada di manggarai. saya bisa menjabarkan secara gamblang di blog anda tetapi saya tidak punya waktu untuk itu..
    saya hanya berusaha meluruskan apa yang salah dari tulisan anda.
    blog ini adalah jurnal pribadi anda tetapi juga menjadi konsumsi publik karena siapapun bisa mengaksesnya.
    Terima kasih.
    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s