Semangat Pagi Dunia


Alhamdulillah, masih bisa membukakan mata pagi ini, bangun dari tidurku yang lelap. Dingin sekali malam tadi, hujan pun dari semalam terus berlanjut, meski sesekali berhenti, namun itu tak lama. Seakan-akan tak rela bumi Ruteng ini tanahnya kering, selalu membasahi dan menambah dinginnya suhu disini. Pagi ini pun hujan masih terus mengguyur.. semakin menambah hasrat untuk terus merajut bulu mata, menikmati hangatnya selimut, melanjutkan mimpi yang tertunda..

Rencana olah raga tenis yang biasa dilakukan di sabtu pagi pun batal, padahal temenku sudah begitu semangatnya, hampir tiap hari dia melihat-lihat permainan tenis pemain dunia semacam Roger Federer, ternyata dia berguru sama pemain tenis top dunia tersebut, meski Federer sempet kalah sama Djukovic di Australia Terbuka beberapa waktu yang lalu. Temenku begitu asyiknya memainkan Ipad2 barunya sambil melihat teknik Federer memukul bola..ah sayang sekali hujan menunda rencana kita untuk bertarung di lapangan..hehe *bagian kecil hidup disini yang bisa disebut sebuah kesenangan/kebahagiaan

Jadi inget kata-kata salah satu Direksiku setengah tahun yang lalu ketika memberikan pembekalan bagi kami para Staf Khusus, sebelum ditempatkan di medan perang layaknya Kopasus. Beliau mengatakan hal yang sederhana : “Dimana pun kalian di tempatkan, selama disana kalian bisa menemukan orang tertawa..berarti disana kalian masih bisa menemukan kebahagiaan”, mendengar itu dalam hati saya menjawab ” kalau yang bikin ketawanya hal yang baik dan positif sih gak masalah pak, kalau hal yang bagi kita negatif dan merusak, itu yang repot.. “

Dan memang betul, bagi sebagian orang Minum minuman keras itu sebuah kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan, apalagi di tempat dingin begini. Salah satu orang yang saya kenal pun meskipun pada awalnya tidak pernah suka akhirnya minum juga. Alasannya karena budaya masyarakat disini yang menghendaki demikian, ketika bertamu, ketika diundang pesta, mau gak mau harus minum, kalau tidak dianggap tidak menghargai, tidak sopan, melanggar adat..dst… dan akhirnya minumlah dia sejak itu

Tapi hal positif pun hemat saya dimanapun bisa kita temukan, karena sebetulnya itu fitrah kita sebagai manusia. Pada dasarnya manusia itu baik. Dalam hati nuraninya itu ada kebaikan. Biasanya lingkungan disekitarnya yang banyak mempengaruhi, apakah kebaikannya yang lebih dominan atau malah sebaliknya. Kita tentu pernah mendengar ungkapan semacam ini : ” seorang pencuri tidak akan rela membiarkan anaknya menjadi pencuri, atau mengajarkan anaknya untuk mencuri ” pasti hati nuraninya menginginkan anaknya hidup lebih baik dibandingkan ayahnya.

Dan sumber hal positif pun sejatinya berasal dari diri kita sendiri, kita bisa menciptakan dan memunculkannya. Lingkungan yang negatif pun bisa dipandang positif, dan betul-betul bisa jadi positif ketika justru kita yang lebih kuat mempengaruhinya seperti Ikan yang hidup di lautan. Lingkungan disekitarnya boleh berasa asin, tapi tidak dengan tubuhnya. Kalau kita sudah seperti ini, ini luar biasa. Ini yang sebetulnya diharapkan, dan ini sangat baik untuk kita dan kehidupan kita. Dimanapun kita berada, lingkungan bagaimanapun, tidak akan begitu menjadi masalah.

Semangat Pagi Dunia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s