Apa takdirku memang selalu “terlambat”?? ah jangan Suuzhan


Terkadang memang suka terpikir begitu, saya masuk sekolah untuk pertama kalinya agak terlambat.. saya masih inget, lagi asyik-asyiknya main di pekarangan sekitar rumah pagi-pagi tiba-tiba diajak untuk mendaftar sekolah SD..yang ngajak adalah salah satu paman, waktu itu diajak daftar SD bareng kakak sepupuku yang usianya hanya beda kurang lebih 1 tahun, namun entah kenapa saya gak mau waktu itu, masih keasyikan main, belum kebayang yang namanya sekolah, dan herannya orang tua dan keluarga mengamini untuk tidak sekolah dulu tahun itu.. mungkin dianggap masih kecil, usia masih 5 tahun, padahal bulannya udah 9, 5 tahun 9 bulan, udah mau 6 tahun.. akhirnya diundur 1 tahun lagi.

Nanggung memang lahir di bulan September, daftar sekolah biasanya kan tengah tahun Juni/Juli, orang suka lupa dengan bulannya kalau hitung usia. akhirnya kelas 1 SD sudah menginjak 7 tahun, karena pas daftar 6 tahun menjelang 7 th. Jadi agak telat masuk SD. Namun demikian kalau SD rata-rata usianya sama, ketika masuk SMP mulai lirik-lirik, loh kok kebanyakan lebih muda setahun, malah ada yang 2-3 tahun lebih muda, apalagi masuk SMA..loh.. saya kok ketuaan ya, teman-teman kok lebih muda? rata-rata 1 tahun dibawah saya, sejak itulah saya menyadari keterlambatan saya masuk sekolah.. ya karena telat pas masuk SD tadi, dikira masih 5 tahun belum layak sekolah, padahal udah menjelang 6..

terlambat ke-2 setelah lulus SMA saya tidak langsung kuliah, disamping memang UMPTN saya waktu itu tidak lulus, sebetulnya memang saya tidak siap untuk kuliah, terutama mental dan finansial, sehingga ngaruh juga sama semangat belajar dan hasilnya juga, tumpuan satu-satunya hanya UMPTN dan berharap beasiswa, gak ada alternatif lain, terlambat juga waktu itu mau daftar STAN karena setengah hati niatnya, gak daftar ke Universitas Swasta atau Perguruan Tinggi lainnya yang sejenis,,

Baru kemudian tahun ke-2 setelah lulus SMA bisa kuliah, alhamdulillah SPMB lulus..sangat mengejutkan! betul-betul diluar dugaan..tidak sangka bakalan lulus. Dan ya..telat 1 tahun setelah lulus SMA baru kuliah, lulus SMA 2002, tapi masuk kuliah 2003.. teman-temanku lebih muda lagi rata-rata 2 tahunan, OMG.. sampai lama-lama tanpa sadar duniaku juga serasa seusia mereka, downgrade.. serasa satu usia, gak sadar kalau seharusnya saya lebih dewasa, lebih punya pengalaman, dan mestinya lebih baik..

Saya kadang masih nyesel, kenapa sampai 4 tahun saya kuliah (tambah terlambat lagi!) mestinya bisa jadi lulusan pertama bukan lulusan ke-2, 3 tahunan lah, mestinya inget usia! ya itulah tadi terbawa suasana dan lingkungan, tidak sadar usia jadinya.

Setelah lulus pun gak langsung bisa mandiri dengan penghidupan (baca; penghasilan) yang cukup, meski saya selalu mendapat penghasilan sendiri sejak pertama kuliah, bahkan sebelum kuliah.. dari kerja freelance, bisnis kecil-kecilan, urus koperasi, urus beasiswa, alhamdulillah meski gak banyak, tapi bisa sedikit mandiri, gak hidup dari subsidi orang tua.Namun semua itu belum cukup.. kalau hanya mikirin diri sendiri mungkin gak begitu masalah, masih bisa lah walau gak banyak, tapi kalau mikirin orang tua, keluarga, dan calon keluarga kedepan.. selepas kuliah masih jauh dari cukup.. bahkan baru 5 bulan setelah wisuda baru agak mendingan, bisa bekerja di jakarta, meski sangat spekulatif waktu itu karena perusahaan pertama yang nerima saya bukan perusahaan besar dan bagus, namun karena kondisinya mendesak, dengan niat hanya sebagai batu loncatan, niat hanya 3 bulan saja disana malah jadi bumerang… akhirnya malah melar sampai 2 tahun terjebak di perusahaan itu.. dan selama itu kehidupanku tidak begitu terdongkrak signifikan, meski sudah bisa sedikit menopang keluarga, tapi itu tidak cukup..lagi-lagi kalau untuk calon keluarga baru (ah dasar terjebak saya materi), tapi bagaimana..realitas berbicara demikian..saya juga gak tega kalau dengan kondisi begitu sudah menikah.

Saya lulus 2007 di usia 23 tahun (bulannya jangan disebut ya, biar lebih muda ;D), sejak SMA ingin menikah di usia 25 tahun. Sewaktu baru lulus kuliah, pikirku masih sangat mungkin 2 tahun lagi bisa menikah.. tapi terjebak 2 tahunan di Jakarta berhasil meluluhlantahkan cita-cita itu dengan seabreg masalah dan hambatan yang ada yang boleh jadi tidak sesulit yang dibayangkan kalau saya berani menjalani dan memutuskannya.

Namun nyatanya, pupus sudah cita-cita saya yang satu itu, dan jujur..tinggal cita-cita itu saja yang sampai sekarang terkatung-katung..belum terealisasi, cita-citaku yang lain yang pernah kuimpikan sejak SMA malah sejak kecil Alhamdulillah tercapai..meski ya..ada keterlambatan jika dibandingkan dengan rata-rata orang lain dalam mencapainya, tak terkecuali yang terakhir itu..malah yang ini terlambatnya agak parah.. sudah lewat 3 tahun dari target semula..

Namun jangan Suuzhan, semua ini bukan tanpa alasan dan tanpa sebab, usaha sudah, berdoa sudah, jangan pernah berhenti, masih banyak yang salah, masih banyak yang harus diperbaiki, masih banyak yang harus dibuktikan dan dipersiapkan lebih mantap lagi.

Kalau sudah saatnya, pasti ada titik temu, kalau belum saatnya,kalau bukan jodohnya, mau bagaimanapun memang tidak akan bisa, tidak bisa dipaksakan, tidak ada masalah dengan usia selama kita tak pernah berhenti untuk mengusahakannya, Allah pun takkan membiarkan hamba-Nya, pasti memberikan yang terbaik, mungkin tidak untuk saat ini, jadi bersabarlah..terus berusaha dan perbaiki diri saja🙂 belajar ikhlas menerima takdir-Nya.. Insya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s