Denpasar, 19 Februari 2012


Me   : ” Halo Mah, kebetulan lagi di Bali nih, mau dibawain oleh-oleh apa?”

Mom : ” Ah ga usah, gpp, buat kamu aja, mending belanja-belanja barang-barang buat persiapan lamaran/nikah”

Me   : *glek, langsung terdiam tanpa kata “gpp mah, itu nanti aja, masih belum tahu. Sekarang pengen beliin sesuatu buat mamah”

Mom  : ” ya terserah aja, mamah pengennya itu tadi, mending buat itu”

Me    : ” iya mah” (sambil tertunduk lesu) ” tapi tetep kubawain tas kecil sama kain selendang ya mah..”

 

Ah, habis itu langsung gloomy..feeling blue.. feeling guilty, ini jadi kali ke-2 kalau begitu.kalau tidak ada perubahan. Belum sempat kuceritain apa yang terjadi sekarang sama ibuku. Apa terlalu cepat, apa terlalu tergesa waktu itu aku ceritakan tentang rencanaku. Bagaimana perasaan ibuku ya kalau aku ceritain? beberapa keluarga jg tau

Tapi mau gimana, tetep semuanya kembali ke yg mau menjalani. Dari awal sih aku OK OK aja,tidak terlalu berpikir banyak, aku sadar hanya manusia biasa, berusaha ikhlas saja. tapi ternyata tidak semudah itu baginya. keputusan besar memang.konsekuensinya besar dan seumur hidup.Harus tepat dan sesuai hati nurani.Kalau tidak, ya gak dipaksakan.sedangkan waktu tak pernah berhenti sedetik pun, terus berlari cepat.dan kita tak pernah tahu apa masih ada hari esok atau tidak

Tentu bukan tanpa alasan semua ini terjadi, sepanjang untuk kebaikan bersama.

Berusaha Ikhlaskan saja

Hmm,,semoga semuanya akan baik-baik saja

dan kedepan segera bisa lebih baik lagi.

 

 

 

One thought on “Denpasar, 19 Februari 2012

  1. Galaunya pikiranku huhuhu :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s