Bulan ke-9 di Ruteng


Tak terasa, 9 bulan sudah saya tinggal di Ruteng, sebuah kota kecil Ibu Kota Kabupaten Manggarai di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kota yang asing 9 bulan yang lalu, tidak pernah tahu sebelumnya, sebuah kota yang 9 bulan yang lalu tidak tahu ada dimana dan seperti apa.

Kesan pertama tentang Ruteng adalah lagu “ Ruteng Is The City” Dari lagu itu mulai sedikit tergambar bagaimana kota Ruteng tersebut, dan sedikit kebiasaan dan budaya masyarakatnya.ya.Dan betul, yang ada di lirik lagu tersebut saya bisa temukan dan alami juga disini, Kota seribu gereja, dingin, sepi, banyak ular, sofi, dst Ada satu lagi kosa kata yang saya dapatkan disini yaitu “ Hujan 8 hari “ dan “ Hujan 10 Hari”, sebuah kepercayaan dari masyarakat disini tentang cuaca dimana ada hujan yang deras seharian dari pagi sampai pagi lagi non stop selama 8 hari dan 10 hari berturut-turut dalam 1 tahun tertentu. Dan baru saja itu saya alami disini. Kurang lebih 8 hari kemarin hujan deras terus-terusan dari pagi sampai malam disertai angin. Selama itu tidak kelihatan sama sekali sinar matahari, dan tentu saja disamping mengakibatkan jalanan basah terus, jeblok dst juga mengakibatkan musibah, tidak sedikit rumah yang roboh tersapu angin, bukit yang longsor dan pohon-pohon tumbang, namun Alhamdulillah tidak ada kabar sampai ada yang meninggal dunia karenanya.

Disamping itu, suhu udara begitu dinginnya, lebih dingin dari biasanya. Saya tidak tahu sampai berapa derajat, , namun karena itulah akhirnya saya harus mengakui, karena saking dinginnya saya sampai tidak mandi berhari-hari😀 Karena cuaca tersebut juga mengakibatkan tidak sedikit orang yang jatuh sakit, rumah sakit tiba-tiba dipenuhi pasien, cuaca tersebut memang cukup menyiksa bagi yang mengidap penyakit asma, alergi dingin, demam, flu dst. Orang yang punya usaha pun di hari-hari itu tampak lesu, orang enggan keluar rumah untuk belanja, pada di rumah semua.

Dan yang paling mengkhawatirkan adalah masalah transportasi, karena cuaca tersebut, jadwal penerbangan kacau, ada yang sudah hampir seminggu pesawat di Bandara Ruteng tidak terbang ke Kupang, parkir saja di bandara, tidak berani terbang karena cuaca buruk, penumpang pun terlantar. Di Bandara Komodo di Labuan Bajo pun sama, penerbangan pagi sampai delay lama sampai tengah hari baru terbang. Itu pun di atas horror.. goyang goyang tertiup angin dan cuaca yang buruk. Ada beberapa yang tidak jadi mendarat di Labuan Bajo, memilih kembali ke Denpasar.

Namun hari ini, Kamis 22 Maret 2012, Alhamdulillah kondisi itu tampaknya sudah mulai berakhir. Pagi tadi matahari mulai terbit dan bersinar cerah sekali menerangi dan memberi kehangatan. Sampai saya menulis tulisan ini tidak lagi turun hujan seperti kemarin dan hari-hari sebelumnya.

Semoga cerahnya hari ini bisa mencerahkan kehidupan saya di hari-hari berikutnya —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s