Lensa Konvergen


Tiba-tiba saya teringat kepada sebuah benda yang namanya Lup, ya Lup atau kaca pembesar. Sebuah alat yang menjadi Trade Mark bagi seorang Detektif, tapi mungkin hanya di film, atau di TV saja begitu, terutama film-film kartun animasi seperti Conan. Karena mungkin saat ini saya ragu apa iya detektif atau Polisi intelijen menggunakan Lup sebagai perlengkapannya.

Bayanganku kembali ke masa-masa SMP, sekitar 14 tahunan yang lalu..wow.. sudah lama sekali. Waktu itu di Lab Fisika, tentu saja pada saat pelajaran Fisika berlangsung, Kelas 2 D, kebetulan gurunya adalah Wali Kelas sendiri, Ibu… aduh saya tidak mampu mengingat namanya, yang pasti huruf depannya R dan huruf Akhirnya A, ah.. kenapa lupa, padahal saya masih ingat wali kelas sewaktu kelas 1 Bapak Irwan Darmawan, dan kelas 3 Ibu Sri..

Ada apa di Lab Fisika? waktu itu kami belajar mengenai Lensa dan alat-alat yang menggunakan lensa. Setidaknya ada dua fungsi lensa, Lensa yang dapat memencarkan cahaya yang masuk, dan yang kedua mengumpulkan cahaya yang masuk. Yang pertama disebut Divergen, yang kedua Konvergen.

Terus kenapa?

Tampaknya kita butuh Konvergensi dalam hidup ini, setidaknya saya sih,, begitu banyak hal, begitu banyak masalah, begitu banyak sesuatu bertebaran disekitar kita, begitu banyak kebutuhan, keinginan, kepentingan yang lantas seringkali membuat hidup kita kurang fokus ke tujuan akhir kita. Akibatnya apa yang menjadi tujuan kurang efektif kita capai, karena tidak terfokus. Tidak memfokuskan setiap cahaya yang masuk dari setiap arah untuk dikonvergensikan menjadi satu titik yang jelas yang bahkan melahirkan kekuatan yang bisa membakar.. lup yang konvergen menghasilkan panas yang bisa membakar.

Pertanyaan berikutnya apa yang bisa menjadi lensa konvergen itu??

hmm,, kalau dalam disiplin ilmu, itulah Manajemen. Ilmu Manajemen, bagaimana mengelola sumber daya yang ada supaya bisa mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Bagaimana mengelola kebutuhan, keinginan, kepentingan, cita-cita, lingkungan sosial, bahkan orang-orang terdekat kita supaya bisa mendukung, bergerak ke satu titik tujuan akhir hidup kita. Thats The Point..

Bagaimana caranya?

Wah itu dia kunci selanjutnya, next time diteruskan ceritanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s