Hawu, Jojodog, Songsong..


Hampir setiap pagi saya duduk di depan hawu, sebutan orang sunda untuk tungku tempat masak yang berbahan bakar kayu bakar, penyangganya terbuat dari batu batako atau batu bata di kanan-kiri-belakangnya. ada juga yang paling bagus itu ada desain khusus dari bahan tembikar, itu yang paling banter. Tapi bagaimanapun bahan bakarnya sama saja kayu bakar, disamping hawu itu pasti ada tumpukan kayu sebagai bahan bakarnya, itulah hasil jerih payah salah satu mata pencaharian jaman klasik, mencari kayu bakar, ke belantara hutan mencari batang kayu kering yang terjatuh dari pohon, ranting-rantingnya, dikumpulkan satu-satu,kalau sudah cukup kemudian diikat dan dipikul pulang. Jika anda ada waktu main-main ke desa, anda masih bisa menemukan masyarakat berjalan kaki memikul seikat kayu bakar berkilomer jauhnya di pinggir jalan. di bumi manggarai, saya masih menemukannya,

Hangat sekali pagi-pagi duduk depan hawu, duduk diatas jojodog, sebutan sunda untuk tempat duduk terbuat dari kayu, desainnya mirip meja, hanya dia tidak berkaki empat, berkaki dua, loh jatuh dong ga seimbang?, tidak. jangan bayangin meja, dia hanya disangga dinding kayu kiri kanannya, dan kita duduk diatasnya. Kalau duduk diatas jojodog depan hawu itu tiada berkesan tanpa kehadiran songsong/solongsong, ya satu paket lengkap. Hawu-jojodog-songsong. Itu alat untuk mempertahankan dan menjaga api si hawu agar tetap nyala membakar , terbuat dari batang bambu, jadi berbentuk silinder bolong di kedua ujungnya. Bagaimana menggunakannya? kita cukup meniup dengan mendekatkan mulut kita ke salah satu ujung bolongnya dengan ujung bolong satunya lagi didekatkan ke kayu bakarnya. sederhana bukan? eit tunggu dulu, gitu-gitu prakteknya tidak selalu mudah. ada teknis meniup, tidak terlalu kencang, jaraknya juga harus diatur antara mulut  dan songsong, songsong dan lorong hawu yang berisi kayu yang dibakar itu. cara yang tepat akan menghasilkan sedikit bunyi nyaring, kalau yang terdengar hanya bunyi mulut kita yang susah payah meniup, ah itu tandanya anda masih amatir, tidak profesional menggunakan songsong :p anda belum lulus sertifikasi ATS, Ahli Tiup Songsong..hahaha

Setelah mandi pagi, tepatya sih masih shubuh. karena biasanya sehabis bangun tidur langsung mandi, shalat shubuh, kemudian nangoh atau nongkrong di hawu, selain menghangatkan tubuh yang kedinginan, nongkrong disitu sekalian nungguin nasi masak, karena pagi-pagi aktifitas rutinnya adalah menghangatkan nasi untuk sarapan.ada bunyi yang khas kalau menanak nasi, alatnya pun khas, namanya seeng, bentuknya unik, mirip bentuk tubuh manusia.bentuknya tabung dengan bagian tengahnya melengkung berdiameter lebih kecil, mirip pinggang, membesar ke bawah dan keatas. terbuat dari logam seperti umumnya panci. diatasnya dimasukan namanya aseupan berisi nasi. aseupan bentuknya kerucut, terbuat dari bahan bambu yang dianyam kecil. bagian runcing kerucutnya yang masuk ke seeng. uuap dari air yg ada di seeng yang memasak nasi diatas aseupan.

Saya mengalami sehari-hari seperti itu, mandi pun tidak di dalam rumah. tidak ada kamar mandi dan wc di rumah. adanya di luar, dan harus berjalan kaki, letaknya di lebak, sebutan untuk dataran yg lebih rendah, mendekat ke sungai. kamar mandinya umum, tidak jarang antri kalau bangun telat. tapi umumnya untuk keluarga sendiri.lagian satu kampung emang kelarga semua sih hehe

Pagi-pagi, dingin-dingin begini di Ruteng, ingatanku melayang mengingat itu semua. Selamat pagi Ruteng…

2 thoughts on “Hawu, Jojodog, Songsong..

  1. Janten emut ka lembur. Nyawang mangsa ka tukang….

  2. Pingback: Jejengkok Paranti Sidéngdang Hareupeun Hawu « Kampung Ciburuan  [KC]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s