Kekuatan Doa


Doa adalah senjatanya seorang Muslim

Doa memiliki kekuatan yang Dahsyat, namun tentunya Do’a bukan sembarang do’a, tergantung siapa,bagaimana dan apa do’anya.

Lihatlah Dahsyatnya Do’a Nabi Ibrahim terhadap Bakka atau wilayah Mekah sekarang, bagaimana kesejahteraan tak pernah kurang, dan begitu ramainya sekarang menjadi tujuan bermilyar umat muslim dunia yang setiap saat pergi kesana. Padahal ketika Nabi Ibrahim berdo’a dan membangun ka’bah bersama Nabi Ismail, wilayah mekah adalah wilayah yang tandus dimana tak seorang pun tinggal disana.

Atau do’a nabi Musa terhadap umatnya dulu Bani Israil yang begitu nyata dalam memenuhi segala kebutuhannya dari mulai makanan, tempat tinggal sampai perlindungan yang aman dari kejamnya Raja Fir’aun waktu itu.

tapi kan itu nabi, Ok kalau itu terlalu jauh, tapi bagaimanapun itu nyata kan? do’a bisa memiliki kekuatan besar, logikanya karena kita berdo’a kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang Maha Tahu, dimana tidak ada siapapun yang bisa menandinginya, kalau Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menolaknya.

Saya hanya teringat masa kecil saya yang begitu fasih melafalkan do’a-do’a sehari-hari, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dari mulai ngaca sampai pake pakaian, makan, keluar rumah, naik kendaraan, masuk keluar kamar mandi, masuk keluar mesjid, do’a bersin, do’a mau belajar, sampai do’a kalau dengar petir..

singkatnya sehari-hari tidak lepas dengan do’a, setiap beraktifitas apapun selalu diiringi do’a minimal sekali dimulai dengan basmalah dan diakhiri hamdalah, itu paling mentok kalau kita tidak hafal doa yg terbaik. Belum tambah shalat fardlu, shalat sunnah apa tidak dahsyat sebetulnya hidup seperti itu, namun apakah saya atau kita sudah sepenuhnya melakukan itu? mengingat-ingat kembali do’a-do’a itu yang mungkin tanpa sadar menganggap hanya berlaku pada saat masa kecil saja, berhenti ditengah jalan, padahal justru dulu diajarkan sejak kecil supaya terbiasa sampai segede ini.

Malah semestinya level do’anya meningkat kualitasnya, sudah mendoakan orang lain, keluarga, masyarakat, pemimpin, bangsa, bahkan mendoakan umat manusia seperti nabi-nabi itu, seperti Rosulullah Muhammad sendiri yang jauh memntingkan ummatnya dalam setiap do’anya sampai nafas terakhirnya. Tidak lagi do’a-doa pribadi, meminta kebutuhan-kebutuhan sendiri, kepentingan sendiri..

Sekedar mengingatkan diri pribadi supaya kembali menghidupkan kebiasaan itu, menghidupkan kembali do’a,menggunakan senjata paling ampuh yang ada, supaya semakin dekat lagi dengan Sang Pencipta untuk hidup kita yang lebih baik, lebih berarti dan lebih bermakna.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s