Cinta pada Allah, Cinta yang hakiki


Mudah sekali kata-kata itu diucapkan, mudah sekali kita bilang begitu, kata lainnya yang tidak jarang kita sampaiakan adalah salah satu ayat Al-Quran.. ‘alaa bidzikrillaah, tathma’innul quluub.. yang biasa diterjemahkan ‘ hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang..

kenapa gitu? salah?

Oh tidak, tentu tidak ada yang salah. Hanya berusaha menanamkan konteksnya dalam diri saya pribadi, supaya teks teks itu betul-betul menjadi sebuah keimanan yang terucap di lisan kita, betul-betul diyakini dihati, dan terbukti melalui amal perbuatan kita sehari-hari. Saya menulis tulisan-tulisan seperti ini bukan berarti saya sudah demikian adanya, ini perlu disampaikan supaya kita semua sadar kalau setiap orang itu berproses, dan bagi saya pribadi menyampaikan suatu kebenaran atau sesuatu yg ideal itu adalah hal yang insya allah lebih baik dan bermanfaat, meskipun kita belum mengamalkan sepenuhnya, prinsipnya jangan menunggu sempurna untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi sempurna

tentang cinta pada Allah, gampangnya memang bisa kita bayangkan seolah-olah Allah itu kekasih kita, seseorang yang kita cintai. Kita semua tentu pernah jatuh cinta pada sesorang bukan? suka sama seseorang sampai tertanam di hati. saya mempertanyakannya kalau ada yg belum pernah, kalau anak kecil ya jangan ditanya, apalagi orang yg tidak normal..

sekedar renungan, pernahkah kita merasa rindu pada orang yang kita cintai? kalau cinta pastinya rindu, karena rindu itu tandanya cinta. Jangankan sama orangnya, segala sesuatu yg terkait dengannya saja bisa jadi bikin hati kita rindu dan degdegan dibuatnya, bergetar hati kita. Tulisan-tulisannya, fotonya, atau barang-barang pemberiannya.

Ke Allah pun mestinya demikian kalau kecintaan kepada-Nya sudah tumbuh, kita rindu perjumpaan langsung dengannya melalui shalat 5 waktu, bahkan akan merasa kurang, ingin lebih lama lagi bertatap muka, tambah shalat rawatib, tambah, tahajud, tambah dluha.

Kita akan senang membaca tulisan-tulisan cintanya dalam Al-Quran, kita tidak akan bosan membaca ayat demi ayat, huruf demi huruf, dan betul betul berusaha memahaminya dan menyatu dengan perilaku kita sehari-hari, kemana-mana kita membawanya supaya dimanapun kita berada kita merasa bersama dengannya, dan sewaktu waktu bisa mengobati kerinduan dengan membacanya

Pemberian-pemberiannya apa lagi, lebih dahsyat lagi, segala sesuatu yang ada di Langit dan di Bumi adalah pemberiannya untuk kita, termasuk yg ada dalam kita sendiri, setiap detak jantung, setiap hela nafas, itu adalah pemberiannya, sejauh mata memandang semua itu barang pemberiannya loh, apa kita tidak senang dan bahagia mendapatkan semua itu dari yg kita cintai, apa tidak Dahsyat cinta-Nya Allah kepada kita? Dia kasih semua hal yg kita butuhkan dengan tulus, tanpa harap kembali, dan semuanya free… gratis.. bandingkan dengan manusia, air aja mesti beli, makanan tidak gratis, tapi Allah? semua gratis.. tanpa syarat dan ketentuan berlaku.

Sehingga mestinya setiap saat kita tidak bisa lepas dari Allah, inget terus, bahagia terus, senang terus bersama-Nya, karena Dia setiap saat selalu menemani kita,lebih dekat dari urat leher kita sendiri, manunggal bersama kita, sebuah bukti cinta yang Maha Sempurna dan Maha Luar Biasa. Mestinya kita tidak berpaling kepada selain-Nya kalau kita tahu diri.

Dan betul, itu hakiki, karena Allah itu kekal selama-lamanya, dan suatu saat kita juga kekal bersamanya, pertanyaannya apa kita kekal bersamanya di Syurga-Nya atau di Neraka-Nya?

Astaghfirullahal Adziim..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s