Adalah Keluarga.. Mutiara yang sangat berharga


Miris juga liat sepotret kehidupan remaja kota jaman sekarang di TV, khususnya yang sedang in jadi hot news seputar geng motor, balapan liar, trac-trackan. Kali ini muncul heboh di Jakarta, karena jatuh korban jiwa anak yang tidak bersalah, murah sekali nyawa melayang begitu saja dijalan, lebih parah lagi, kok ada orang yang sembarangan saja pukul orang, siksa orang, tusuk, lukai orang lain begitu saja sampai meninggal, betul-betul sembarang saja karena memang tidak kenal, tidak ada masalah sebelumnya, hanya kebetulan saja ketemu rame-rame dijalan, bantai begitu saja, naudzu billah

Saya lebih menyoroti faktor keluarga dimana mereka berasal, saya yakin ada yang tidak beres didalam keluarganya, kalau fungsi keluarga berjalan dengan baik, saya yakin kejadian tersebut tidak akan terjadi. Sekilas saya berasumsi dan berhipotesis seperti itu. Orang tua jaman sekarang sangat mungkin terlalu sibuk sendiri, kurang perhatian, kurang peduli, kurang bisa dekat, kurang bisa mendidik anak-nya dengan baik. Apalagi yang di kota-kota besar semacam Jakarta dimana dunia kerja begitu menggilanya, workaholic sangat mungkin terjadi, pergi pagi pulang malam, malah betul-betul ada yg jarang sekali mendapatkan matahari pagi, menikmati indahnya matahari terbit dan terbenam akibat kesibukan bekerja. Masih untung ada yang bisa memaksimalkan sabtu-minggu khusus untuk keluarga, tapi ini pun bisa jadi kurang maksimal.

Ditambah lagi trend jaman sekarang, suami-istri sama-sama bekerja dan berkarir karena tuntutan kebutuhan hidup yang semakin kompleks (baca: semakin bergantung sama yg namanya duit), anakpun akhirnya jadi korban trade off, tidak mendapatkan kasih sayang yang maksimal, yang penting kan kualitas,iya betul, hanya saja apa kualitas itu tidak membutuhkan waktu?

Mari kita posisikan saja diri kita jadi seorang anak, dan kita pun pernah jadi anak-anak juga kan? saya pribadi kalau mau objektif termasuk yg kurang optimal mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua (punten mah, pak, bukan kufur nikmat dan meniadakan segala jasamu, bagaimanapun mamah-bapak orang tua saya yg terbaik dan juara 1 sedunia), saya cukup bisa memahami kenapanya, dan bisa memaklumi, meski sebagai manusia biasa kekecewaan itu pasti ada, sedih rasanya kalau misal di hari sekolah ada pembagian raport orang tua kita tidak datang, lebih memilih bekerja, apalagi kalau kita juara kelas, rasanya gak ada yg spesial, malah malu.. malah minder, padahal mestinya sebaliknya.

itu hanya contoh sederhana saja dari sekian momen penting bagi seorang anak yang membutuhkan perhatian, kasih sayang dan ditemani orang tua, orang tua ada disampingnya. Apalagi memasuki masa pubertas, jaman-jamannya SMP-SMA, jaman dimana kejadian yang saya singgung diawal itu terjadi, mereka akhirnya terbawa arus yang kita semua sepakat itu tidak baik, pergaulan yang rawan dengan kekerasan, kriminalitas dan amoral.

Saya menikah saja belum,prakteknya memang tidak semudah yg saya bilang ini, hanya ya itulah salah satu akar masalahnya kenapa kejadian itu bisa terjadi, saya hanya khawatir ketika keluarga yg baik itu sulit lagi ditemukan, imbasnya akan menjadi efek bola salju yang dahsyat, ketika keluarga hancur, kehidupan masyarakatpun otomatis hancur, bahkan negara ini bisa hancur kalau pemimpin-pemimpinnya lahir dari keluarga yang hancur. Begitu ekstrimnya.

Tentu ini tidak kita harapkan. Sekaligus mengingatkan diri pribadi, yuk mari perhatikan keluarga kita masing-masing kehidupannya seperti apa, jalin hubungan yang kuat dan bangun sesuatu yg baik, beradab dan berakhlaq mulia, memang butuh perjuangan, tidak semudah yag dikatakan, tapi bukankah itu salah satu yang bisa membuat hidup kita lebih bermakna dan bernilai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s