Menikah itu (seharusnya) indah


Itu adalah judul Talkshow di salah satu TV swasta yang menjadi salah satu segmen dari satu program acara di tv tersebut. Sebuah judul atau bahasan yang sangat penting, terutama bagi saya dan orang-orang seperti saya, orang-orang yang belum menikah. Meskipun ketika dibuka sesi tanya jawab lewat telepon, semua yang nelepon adalah orang yang sudah menikah puluhan tahun dan mengalami kegagalan dalam pernikahannya dalam artian cerai.

Cukup menarik memang, itulah namanya terus berproses. Yang sudah puluhan tahun menikah pun yang namanya mengenal pasangannya masing-masing saja ternyata belum tuntas, padahal sudah puluhan tahun hidup bersama, sudah memiliki banyak anak, namun masih saja ada hal-hal yang belum diketahui dan dipahami sama-sama.

Itu yang sudah berpengalaman, apalagi yang belum dan akan menuju kesana harus membekali diri dengan knowledge dan skill tentang pernikahan itu sendiri. Ini bahasa umumnya, bahasa agamanya tentu berbekal ilmu, dan proses ini tidak akan pernah berhenti sampai akhir hidup kita dalam pernikahan tersebut. Ilmu apa? ya hampir ilmu tentang semua hal..namun yang utama tentu mengelola hubungan dengan pasangan, membangun komunikasi yang baik, jujur dan terbuka, membangun kepercayaan, membangun keharmonisan dan kemesraan, memang bobotnya lebih ke masalah psikologis.. mungkin kalau di spesialisasikan, ilmu ini yg harus kita pelajari lebih sebagai bekal.

Tapi tentu saja tidak cukup dengan membaca, menyimak dan mendengarkan. Ilmu semacam itu bisa bunyi kalau ada prakteknya, makanya tidak cukup knowledge tapi butuh juga skill yang berwujud sikap dan perilaku. Ya itulah ilmu dan amal yang manunggal dalam kelakuan kita sehari-hari.Itulah seninya yang menantang kita bisa mewujudkannya, disitulah ikhtiarnya, dan tentunya disitulah letak pahalanya yang besar karena manfaatnya juga besar, kebaikanya juga menyebar.

Sehingga pernikahan tidak lantas membuat kita kaget dengan pasangan kita, membuat kehidupan kita semakin sempit, terikat dan serasa ada beban yang berat, tidak lagi bebas sebagaimana ketika masih lajang, bisa bebas hang out kemana saja kita suka, main kesana kemari, dst. Untuk sebuah pernikahan yang indah tentu butuh harga yang kita bayar, sejauh mana itu menjadi prioritas dalam hidup kita, sejauh mana visi dan misinya, nilai-nilainya yang dipegang. Kalau ini sudah terbangun kuat bersama-sama, yang namanya karir semestinya tidak lantas menjadi masalah dan berbentrokkan, karena kalau prioritas sudah jelas, apapun harga yg harus dibayar..kita akan memilih jalan itu, demi visi bersama yg ingin tercapai

Jadi bangun kembali visi-visi itu, nilai-nilai itu, gapai dengan cara yang tepat dengan knowledge dan skill yang terus berkembang sehingga diri kita pun terus berkembang, terus berkualitas, dan kehidupan pun semakin bernilai, dan insya allah melahirkan keindahan dan kebahagiaan.

-sekedar berbagi-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s