Rumah-rumah ke-2-ku (1)


Ada satu hutang tulisan yang sudah lama terpikirkan, tapi belum terealisasikan. Mengabadikan tempat-tempat yang sempat menjadi Rumah ke-2 setelah rumah orang tua. Tempat yang sering aku kunjungi, aku singgahi, sampai menginap disana.

1. Rumah Nenek

Ini rumah keduaku yang paling aku senangi selagi masih kecil sampai nenek meninggal dunia sekitar kelas 1 SMP. Nenek sama kakek sayang banget sama aku (semua nenek/kakek pasti sayang lah sama cucunya). Momen paling lama yg paling aku inget adalah saat aku diajak kakek main ke Jatinangor naik Bis DAMRI hanya sekedar naik Bis saja dari Jl. Bypass Soetta sampai terminal Jatnangor, habis itu balik lagi dengan rute sebaliknya.

Saya senang sekali waktu itu naik Bis DAMRI sampai-sampai dengan bangganya aku ceritain sama saudara-saudara sepupuku yang masih sebaya, saking semangatnya sampai salah nyebut Jatinangor..jadi JatiNANGGOR.. Abi tadi tos naek beus ka JatiNANGGOR.. gitu aku bilang, dan serentak semua tertawa, sanes Jatinanggor..Jatinangor.. hehe dasar anak kecil.. tapi irwan kecil lucu kan๐Ÿ™‚

Saya sering nginep di rumah nenek, salah satu penariknya adalah nenek baik banget sama aku, gak pernah marah, kalau aku dimarahin mamah, aku pasti lari ke rumah nenek ngadu sambil nangis nangis, sebandel-bandelnya aku,nenek gak marah, malah sering belain aku. Pernah aku nakal manjat pohon mangga dan hendak mengambil sarang burung pipit yang ada anaknya, tiba-tiba aku jatuh.. blug.. lumayan tinggi itu, dahan yang kuinjak patah. Alhamdulillah aku masih baik-baik aja, tapi aku takut kena marah mamah kalau sampai tahu, waktu itu langsung datang ke nenek, curhat tentang kejadian itu dan nenek gak marah, aku malah dipijat, diobatin sama nenek.. nenekku baek banget.

Yg ke-2 karena dirumah nenek ada TV-nya..๐Ÿ˜€ aku seneng nonton si unyil, nonton elang perak, nonton transformer, sampai serial siti nurbaya.. the one and only at TVRI tok, gak ada yg lain..hehe

2. Mesjid Al-Kautsar Jl. Karawitan

Itu adalah salah satu tempatku belajar mengaji, pertama ngaji disitu sekitar kelas 2 atau 3 SD, agak formal karena berbentuk TPA dibawah naungan sebuah Yayasan dan dibawah jaringan Badan TPA se-Kota Bandung (lupa nama badannya). Aku cukup lama eksis di mesjid itu, sampai masa kuliah meski gak terlalu intensif aku masih suka kesana, sampai masa SMA yang paling intensif. Ngapain aja disana?

Awalnya sibuk ngaji, gini-gini aku cukup punya prestasi di tempat ngaji itu, beberapa kali rapotku bagus, sampe dapet piala2 kalau lagi ada lomba cerdas cermat, lomba azan dan tahfizh.

Setelah lulus dari TPA yang seragamnya bajo koko biru kotak-kotak dengan dasi kupu-kupu dan kopiah putih itu, disana jadi pengurus remaja mesjid. Sempat kita menamai kumpulannya dengan nama James alias singkatan dari Remaja Mesjid :p, jadi sudah jadi kegiatan rutin terutama pas di BulanRamadhan dan Idul Adha, saya sibuk disana, sampai seringkali menginap disana. sesekali ada juga peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj dst

Yang agak bandel, anak remaja mesjidnya suka nge-Band. Jadi diluar kegiatan-kegiatan itu kita main Band, sampai terbentuk satu nama Band, saya lupa namanya.. di sekre suka main gitar2an, suka latihan ke studio yang ada di seputar buah batu dan sekitarnya. Kalau ada acara festival parade band kita daftar, terutama pas agustusan di kampung-kampung yang ada parade band-nya. Dan ya.. kita sempat tampil di acara-acara itu, lagu-lagunya itu lagu pas band, the off spring, blink, yg keras keras gitu,, haduuh masa jahiliah parah >__< berlangsung sampai kelas 2 SMA.

…bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s