Rumah-rumah ke-2-ku (2)


3. Mesjid At-Taqwa SMAN 8 Bandung

Pertama kali masuk Kelas 1 SMA, tempat yang sering dikunjungi setelah ruang kelas adalah Mesjid, tepatnya Mesjid At-Taqwa namanya. Letaknya kebetulan persis dibelakang ruang kelasku di kelas 1-4, apalagi didukung oleh desain ruang kelas yang cukup unik dimana bagian belakang kelas itu full kaca tembus pandang yang cukup tebal persis akuarium kalau dilihat dari luar, tidak heran kelas itu dinamakan kelas akuarium.

Sehingga kalau lagi dikelas kemudian melihat pemandangan ke belakang, yang nampak adalah bangunan Mesjid At-Taqwa yang berdinding hijau, berkoridor mesjid keramik kuning agak kusam, dipojoknya ada pohon palem meneduhi koridor mesjid. Aku dan beberapa temanku seringkali tergoda untuk mendatanginya untuk sekedar selonjoran kaki atau tiduran di koridor luar dekat pohon palem, karena sejuk sekali, angin sepoi sepoi.. sampai ada temanku yang non muslim sering ikut gabung juga, terutama kalau lagi ada jam kosong tidak ada guru, ruang kelas terlihat jelas sekai dari koridor mesjid, sehingga aman kalau sewaktu-waktu guru masuk bisa kelihatan, dan kami segera masuk.

Lebih sering lagi setelah ikut bergabung dengan organisasi KDK-DKM di Mesjid itu, aku tidak menemukan istilah KDK di sekolah lain selain di 8, singkatan dari Kelompok Diskusi Keagamaan,sebuah wahana ekstrakulikuler keagamaan yang ada di sekolah, apa ada KDK kristen? ya ada, itulah uniknya, KDK ini semacam induknya dari berbagai agama yang diyakini siswa di sekolah. Umumnya di sekolah lain cukup dengan nama DKM (Dewan Kemakmuran Mesjid) atau ROHIS (Kerohanian Islam).

Sejak bergabung itulah, hampir tiap hari sepulang sekolah aku pasti mampir ke mesjid, di mesjid itu juga terdapat ruang sekretariat dan perpustakaan, plus gudang.Sehingga selalu ada alasan untuk mampir, apa untuk ketemu anggota pengurus lain, ada janji rapat kegiatan, ada mentoring, baca buku di perpus, atau sekedar menulis sesuatu di Bukom (Buku Komunikasi), salah satu media untuk curhat, curat coret, berbagi info dst

Dan tidak jarang saya menginap di mesjid, karena banyak sekali kegiatan yang diadakan yang membutuhkan waktu untuk menginap, terutama acara-acara kaderisasi, mabit-mabit,untuk persiapan suatu kegiatan tertentu seperti sanlat, qurban, atau bazaar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s