Masih tentang Rumah-rumah ke-2-ku


6. Asrama Etos Bandung

Karena mendapatkan beasiswa kuliah dari Dompet Dhuafa yaitu program Beastudi Etos, semenjak aku kuliah, aku tidak lagi tinggal di rumah bersama orang tuaku. Aku diwajibkan tinggal di asrama yang telah disediakan oleh Dompet Dhuafa sebagai salah satu syarat, karena selama menjadi penerima beasiswa nantinya akan banyak dididik dan dibina di asrama dengan kurikulum yang sudah disusun sebelumnya. Oleh karena itu, meskipun rumah masih di Bandung, aku tetap harus tinggal di asrama.

Ada 3 rumah Asrama Etos Bandung yang pernah kutinggali sejak masuk kuliah sampai aku lulus dan tinggal di Jakarta. Kenapa 3? karena asramanya pindah-pindah, mengingat jumlah etoser (sebutan penerima beastudi etos) semakin lama semakin bertambah sehingga rumah lama tidak cukup lagi dan cari yang lebih luas dan lebih nyaman.

Asrama yang pertama tepat berada di depan Mesjid Nurul Iman di bilangan sekitar Jl. Jalaprang, daerah Jalan Raya Suci (Surapati-Cicaheum), disana setahunan saja. Rumahnya cukup sederhana, ada 2 lantai, hanya saja di lantai 2 hanya ada 2 ruangan yang dijadikan kamar untuk 3 orang, jadi diatas ada yang berdua, ada yang 1. Sedangkan di bawah ada 4 Kamar, 1 kamar untuk pendamping asrama, 3 kamar untuk etoser dimana 1 kamar diisi 2 orang. Kamar mandi 2, dapur, ruang tengah dan ruang tamu. Sedangkan di depan ada halaman kecil buat parkir dan ada taman dengan 1 pohon mangga.

Asrama kedua tidak begitu jauh dari yang pertama, masih di komplek yang sama, cuma agak masuk lagi, jalannya semakin jauh, nanjak lagi di sekitar Jl. Batik-batikan, masih daerah terusan Jl. Jalaprang sekitar Suci. Rumahnya memang lebih besar, kamarnya lebih banyak, ada 2 lantai juga. Pindah kesini sekitar tahun ke-2 karena ada angkatan baru 2004, angkatanku 2003 termasuk pionir, angkatan pertama program beastudi etos yang diasramakan. Tambah rame lah asrama karena ada 2 angkatan di satu rumah, 1 kamar diisi 2 orang. Disana ada sekitar 7 kamar di lantai bawah dan lantai atas.

Asrama ketiga mulai loncat jauh ke Tubagus Ismail bilangan daerah Dago sebelah atas Simpang Dago, persis di belakang menara TSEL. Rumahnya secara fisik paling bagus, paling representatif se Indonesia untuk asrama etos. Rumahnya besar, cukup mewah, ada 2 lantai, luas sekali. Jauh lebih nyaman dibanding asrama-asrama sebelumnya. Disini mulai tahun ke-3 atau 4 menjelang tingkat akhir kuliah baru pindah kesini sampai aku lulus kuliah dan bekerja di Jakarta.

Banyak sekali cerita selama tinggal diketiga asrama itu, sebuah kehidupan di asrama yang baru pertama kujalani, memang sekilas tidak jauh beda dengan kos-kosan yang serumah, namun karena ada program, ada kurikulum, ada pembinaan, dst membuat suasannya beda. Banyak berkesan, dan tentunya penuh dinamikanya, terutama mengenai hubungan kami sesama etoser yang tinggal seatap itu dengan karakter yang berbeda, latar belakang yang berbeda, ego, kebiasaan dan hal lainnya yang tidak bisa kita hindari berbenturan satu sama lainnya menjadi bumbu penyedap keseharian kami disana.

Ada yang datang, ada yang pergi, ada yang kecewa, ada yang sakit hati, juga ada yang senang-senang saja, semuanya ada ceritanya. Butuh sesi khusus lagi menceritakannya. Mudah-mudahan lain waktu bisa lebih banyak diceritakan secara khusus tentang kehidupan di asrama etos, kelihatannya akan banyak pelajaran juga kalau dituliskan nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s