Yang Berbeda Di Ramadhan Kali Ini (1433 H)


Alhamdulillah, bersyukur sekali bisa kembali dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadhan, masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk terus memperbaiki diri untuk bisa semakin berkualitas, tentu saja dalam hal kualitas Ketaqwaan kita kepada-Nya.

Setiap datang Ramadhan selalu ada yang beda, ada situasi dan kondisi yang berbeda dalam menjalaninya,tentu saja ini kembali bercerita tentang pengalaman hidup saya, karena blog ini adalah sebuah catatan kehidupan saya🙂

4 tahun yang lalu adalah awal Ramadhan pertama saya di luar Kota Bandung, tepatnya di Kota Jakarta (2008), Ramadhan pertama di perantauan. Tentu saja waktu itu begitu sangat terasa bedanya, kalau sebelumnya setiap awal Ramadhan selalu berkumpul dengan keluarga, waktu itu tidak

Tahun berikutnya di 2009 masih belum beranjak dari Ibu Kota, namun sudah tidak aneh karena sudah berpengalaman, rasanya tidak begitu kerasa rindu banget keluarga dan nuansa kehangatan awal Ramadhan di rumah dan kampung halaman di Bandung, namun tetap saja rasa itu tetap ada.

Setahun kemudian berubah lagi, awal Ramadhan kembali berbeda lagi rasanya, waktu itu saya ada di kota Lamongan (2010), Jawa Timur. Kota yang tentu sangat berbeda dengan Kota dimana saya dilahirkan dan dengan Ibu Kota dimana saya tinggal sebelumnya, tiba-tiba pindah jauh ke timur pulau Jawa dengan lingkungan yang berbeda, masyarakatnya, budaya dan tentu saja bahasanya, sampai ke rasa makanannya tentu saja berbeda, rasa rindu semakin memuncak kepada keluarga dan kampung halaman.

Tiba-tiba diluar perkiraan, setahun kemudian (2011) malah semakin ke timur lagi, katakanlah jika Jakarta-Lamongan itu sejengkal jaraknya, petualangan saya selanjutnya 2x lipat jengkalnya ke arah timur, betul-betul mengarungi lautan, mendaki gunung dan melewati lembah bahkan melewati pulau-pulau. Jawa-Bali-Lombok-Sumbawa Besar-Komodo-Rinca-Flores… belum pulau kecil-kecilnya yang indah luar biasa. Awal Ramadhan saya berikutnya ada di Ruteng! Kota dengan seribu gereja, kota dengan penduduk mayoritas beragama Katolik.

Bisa dibayangkan, gimana bedanya menjalani Ramadhan disana, tinggal di puncak gunung, suhu dingin, masyarakat dengan budaya dan bahasa baru lagi, rasa makanan yang berbeda lagi, dan menjadi minoritas. Sejauh ini di Ruteng-lah Ramadhan yang paling berbeda tentunya.

Dan sekarang, tak terasa sudah memasuki awal Ramadhan berikutnya, dan kembali peta petualangan saya berubah lagi, dari Ruteng saya bersyukur Tren-nya berubah arah, malah berbalik arah, tidak terus ke timur lagi😀 bisa kembali ke Pulau Jawa, tapi tetap saja kembali berbeda, awal Ramadhan tahun ini (2012) saya ada di Jember, kota ke-2 di Jawa Timur yang saya tinggali, kota ke sekian kali yang pernah saya kunjungi di Jawa Timur setelah Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Bangil dst yang dilewati.

Dan yang paling berbeda selain domisili tempat tinggal, di awal Ramadhan tahun ini saya sudah tidak sendiri lagi, akhirnya memiliki seorang pendamping hidup, ditemani seorang istri. Meski sementara ini menetap di Jember, awal Ramadhan tahun ini saya awali bersama istri saya tercinta di kampung halaman🙂

One thought on “Yang Berbeda Di Ramadhan Kali Ini (1433 H)

  1. Beuh,, asyiknya pengantin baru!!!

    Sayangnya,, gara-gara “jumat” or “sabtu”, Ramadhan kali ini saya sama istri tercinta tidak bisa mengawali puasa bareng.

    Abah n Ambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s