Buku Amaliah Ramadhan


Pas hari pertama Ramadhan tahun ini, bertepatan dengan malam pertama ngelaksanain Shalat Tarawih di mesjid, saya menyaksikan sekumpulan anak-anak berkumpul sedang menulis sesuatu. Sebentar saya amati, baru ketahuan..oh iya mereka sedang mengisi buku amaliah Ramadhan itu.. Ya Allah.. rasanya langsung nostalgia melayang 10-20 tahun ke belakang. Waktu itu saya juga sama, demikian adanya. Setiap ketemu yang namanya bulan Ramadhan, buku itu menjadi Diary Wajib setiap hari untuk merekam setiap aktifitas setiap harinya selama 29/30 hari Ramadhan.

Buku itu buku sakti, saya langsung ngebayangin Malaikat yang ada di kiri dan kanan kita, Malaikat Roqib dan Malaikat Atid. Malaikat Roqib yang mencatat segala amal perbuatan baik kita, dan Malaikat Atid yang mencatat segala perbuatan buruk kita setiap saat. Apa kita sering menyadari ini? apa setiap saat kita merasakan kehadirannya?? bisa dibayangkan kemana-mana sebetulnya kita tidak pernah sendirian. Kemanapun kita pergi, 2 Malaikat ini selalu setia mengikuti kita, tentu saja disamping mereka Allah SWT juga Maha Dekat dengan kita, ada dimanapun kita berada, setelah itu jangan lupa Syetan yang terkutuk itu, yang tidak pernah juga meninggalkan kita, senantiasa mengajak kita kepada keburukan dan dosa, menjauhi kehendak Allah SWT, supaya kita bisa menemani mereka di Neraka kelak, Naudzu billah

Kembali ke buku itu, ya begitulah.. buku itu layaknya buku catatan amalnya Malaikat Roqib  dan Atid. Dari tanggal 1-29 atau 1-30 Ramadhan disitu banyak baris dan kolom yang harus diisi, tentu saja terutama amalan Ibadah sehari-hari, baik yang sifatnya Ibadah ritual maupun Ibadah Sosial. Mulai dari Shalat Fardlu dari Shubuh-Isya, Shalat Sunnah dari Shalat Rawatib, Dluha, dan tentu saja Shalat Tarawih, disini juga dibagi lagi, shalatnya berjamaah apa munfarid. Kita cukup menceklisnya. Disamping itu, ada catatan untuk Baca Al-Quran, diskusi/pengajian, shodaqah sampai dikasih kolom rupiahnya, sampai zakat.

Dan yang paling utama yang menyita banyak halaman buku tentu saja catatan ceramah selama bulan Ramadhan dari hari pertama sampai hari terakhir termasuk ceramah di hari Raya Idul Fitri. Untuk 1 hari disediakan 1 halaman, jadi ada sekitar 30 halaman yang Wajib diisi! Guru Agama selalu menekankan yang satu ini, Wajib Diisi full.. ini ngaruh besar sama penilaian, dan ingat ya, harus di tanda-tangan sama penceramahnya dan wajib pake Stemple mesjid!

Begitulah, saya agak lupa melakukan itu mulai dari kelas berapa, rasanya mulai kelas 3 atau 4 SD sampai kelas 3 SMA! ya..sekitar kurang lebih 10 tahun menjadi rutinitas tahunan waktu itu.

Biasanya di waktu shubuh saya mengisi catatan ceramah buku sakti itu. Jadi setiap habis selesai makan sahur menjelang shalat shubuh, teman-teman itu sudah nyampeur ke rumah saya, ngajak bareng-bareng ke Mesjid untuk shalat shubuh berjamaah kemudian mengikuti ceramah ba’da shubuh. Di hari-hari awal Ramadhan biasanya lebih awal datang ke mesjid, belum masuk waktu Imsak biasanya kita sudah berangkat, harap maklum masih  semangat karena masih awal, tapi kemudian semakin mendekati hari terakhir makin molor terus.. sampai bahkan pernah shalat shubuhnya malah di rumah! betul-betul alasan utama yang memaksa kita datang ke mesjid ya karena buku sakti itu yang harus diisi di tanda-tangan dan di stemple mesjid!

Dan luar biasa, untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel mesjid itu udah kayak memburu tanda tangan artis.. berjejal dan rebutan, hampir mirip antri minta zakat, sampai dorong-dorongan, desak-desakan, sampai kegenjet, sampai ada yang keinjek-injek, sampai ada yang nangis, pingsan? ya.. pernah ada yang pingsan, masya allah..  demi mendapatkan tanda-tangan dan stempel mesjid itu di lembar catatan ceramah Ramadhan itu.

Bagi yang mengisinya dengan jujur, begitulah perjuangannya. Yang berat memang di awal-awal Ramadhan, orang-orang masih semangat ke mesjid, mesjid penuh, dan tentu saja untuk mendapatkan tanda-tangan dan stempel juga lebih susah sampai seperti diatas itu. Tapi bagi yang agak nakal dan tidak jujur ya tidak begitu sulit untuk membuat catatan ceramah palsu, tinggal pinjam punya temannya untuk dicontek, bahkan tinggal menyalin di buletin-buletin, koran, majalah, atau ada yang agak mendingan.. tinggal nongkrong di depan tv atau dengerin radio pada saat ada ceramah. Sekarang mungkin tinggal ke si mbah gugel. Urusan tanda tangan dan stempel-nya belakangan, tanda tangan bisa dipalsukan, stempel juga, atau tinggal pinjam sama oknum pengurus mesjid.. nah disini muatan KKN udah muncul. Sedari kecil pilihan-pilihan itu sudah ada, tinggal pilih. Mau Jujur apa tidak?? ini akan terbawa sampai dewasa loh.. suwer!

Itulah bagian dari pendidikan, membiasakan sesuatu yang positif meski ada unsur terpaksanya, diharapkan lama-lama terbiasa dan tentu saja ujungnya diharapkan melakukan itu semua karena kesadaran, karena keikhlasan, bukan karena buku sakti itu, dan bukan hanya Ramadhan saja. Bisa terus berkelanjutan dan meningkat terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s