Nasionalisme Diujung Ramadhan


Gegap gempita peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 67 rasanya tidak begitu terasa riuhnya ya.. setidaknya tahun ini dan tahun kemarin, sebab musababnya tak lain dan tak bukan karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Bahkan kalau ndak salah tahun kemarin 17 Agustus bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan yang konon katanya momen itu mengulang sejarah yang sama di tahun 1945 dimana 17 Agustus 1945 memang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, dan katanya tanggal 17 Ramadhan juga. Wallohu’alam..

Lebih-lebih lagi 17 Agustus tahun ini disamping bersamaan dengan Bulan Ramadhan, juga bertepatan dengan momen rutin tahunan yang hanya ada di Indonesia, 17 Agustus bertepatan dengan Hari Mudik Se-Dunia bagi orang Muslim Indonesia di manapun dia berada karena tepat di ujung akhir Ramadhan dan ujung masa hari kerja karena jatuh pada hari Jumat.

Komplit sudah,,

Kebanyakan orang sekarang lagi sibuk mau mudik dan mikirin Lebaran, sebagian orang mungkin sudah On The Way kampung halamannya masing-masing saat tulisan ini saya ketik, karena tidak sedikit yang masuk kerja setengah hari di ujung-ujung liburan panjang begini

Sebagian yang lain, dan mungkin mayoritas sepertinya lagi pada menyerbu pusat perbelanjaan, saya yakin pasar saat ini penuh, Mal-mal sedang pada puncaknya, orang-orang lagi pada kalap ngabisin THR-nya, apa ada yang meneliti gak ya, berapa perputaran uang yang terjadi di ujung puasa menjelang Ramadhan ini, saya yakin yang tertinggi di Republik ini. Yang ada di rumah juga gak kalah sibuk dengan kuliner dan beragam jenis kue-kue khas lebaran yang sedang dibikin, ini rutinitas wajib menjelang lebaran dimanapun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote..

Saya belum liat orang-orang pada masang umbul-umbul merah putih itu, sama hiasan-hiasan merah putih dari kertas wajit atau plastik yang semenjak kecil dulu menghiasi pinggir jalan dan gang-gang, juga gapura-gapura yang dihias bagus dan unik hasil karya masyarakat, adakah yang sibuk dengan ini sekarang??

Kayaknya untuk hal-hal seperti itu 17an masih kalah sama gegap gempita menyambut lebaran, orang lebih ramai menyambut lebaran daripada 17an, lomba-lomba permainan rakyat kayaknya diliburkan dulu, bikin gapura-gapura entar taun depan aja, lomba-lomba gak ada, kan lagi puasa, upacara bendera?? nah ini dia.. ternyata kalau yang ini masih ada

Justru karena yang satu ini saya pribadi gak bisa mudik lebih awal, padahal bisa saja kamis malam ini saya terbang ketemu istri tercinta kemudian mudik sama-sama ke kampung halaman, namun hal itu tiba-tiba menggugah rasa nasionalisme saya.

Bagaimanapun besok pagi saya harus mengikuti upacara bendera  sebagai bukti rasa nasionalisme saya ditengah gegap gempita yang lain-lain tadi itu.. Ingatlah 67 tahun yang lalu, bagaimana  para pahlawan kita dengan susah payahnya mengibarkan bendera putih itu, mereka mengorbankan apapun untuk itu, sampai darah dan nyawa mereka korbankan!!

lah saya hanya setahun sekali ini..hanya sejam dua jam saja setahun.. masa untuk itu saja sulit..Dimana rasa nasionalismenya… haha lebayyy!!

DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI YG KE-67

DENGAN SEMANGAT PERJUANGAN KEMERDEKAAN 1945

MARI KITA MUDIK DENGAN TERTIB DAN AMAN

INGATLAH!!!

KELUARGA DI RUMAH MENUNGGUMU DENGAN SENYUMAN🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s