Ada Perubahan Di Stasiun Kereta


Perjalanan saya selanjutnya yang entah keberapa kalinya adalah perjalanan dari Kota Jember ke Kota Banyuwangi. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, saya tinggal di Kota Jember sejak 3 Bulan yang lalu, pindah dari Kota Ruteng di Pulau Flores kembali ke Jawa di Kota Jember dalam rangka tugas pekerjaan.

Perjalanan dari Jember ke Banyuwangi saya tempuh menggunakan Kereta Probowangi, tampaknya nama kereta itu singkatan dari Probolinggo Banyuwangi, pemberangkatan awalnya dari Stasiun Probolinggo dan tujuan akhirnya di Banyuwangi, tepatnya sampai ke Ketapang, ujung timur Pulau Jawa.

Pagi hari sekali saya pergi ke stasiun untuk memesan tiketnya, khawatir tidak kebagian tiket kalau baru  beli mendekati jadwal pemberakatannya pada Pukul 07.12 WIB, meskipun sehari sebelumnya pernah pesan melalu teman sekantor saya, namun ternyata tidak bisa dipesan sebelum hari-H nya, dikarenakan itu termasuk Kereta Ekonomi dimana tiketnya hanya dapat dibeli langsung di hari pemberakatannya. Beda dengan tiket untuk Kereta Bisnis atau Eksekutif yang bisa dipesan jauh hari hingga 90 hari sebelumnya, tidak hanya di Stsiun, bisa di kantor pos, minimarket, hingga bisa via call centre dan online via internet. Sayangnya ini tidak berlaku untuk Kereta Ekonomi.

Sehingga selepas shalat shubuh baru saya beli tiketnya, memesan tiket untuk 5 orang, 4 orang dewasa dan 1 masih anak-anak. Tahun ini PT KAI sudah mulai banyak berbenah sedikit demi sedikit, termasuk untuk kereta kelas ekonomi dimana sekarang jumlah penumpangnya harus sesuai dengan jumlah tempat duduknya, nomor kursinya kembali diberlakukan, sehingga diharapkan tidak ada lagi penumpang yang berdiri apalagi sampai membludak naik ke atap kereta. Disamping itu, untuk menghindari calo tiket, pada saat pembelian tiket harus menunjukan Kartu Identitas penumpangnya berupa KTP/SIM atau sejenisnya, mulai mengikuti system Boarding tiket pesawat, dimana tiketnya, meskipun kelas ekonomi sudah dikasih identitas di tiketnya, dan itu harus sesuai dengan penumpangnya, kalau tidak sesuai tidak diperkenankan naik kereta, harus membeli tiket baru.

Meskipun demikian, masih diperbolehkan pada saat pembelian tiket kita menitipkan ke orang lain Identitasnya, bahkan fotocopy-nya juga boleh. Yang penting yang di identitas itu nanti yang berangkat, terkecuali anak-anak, ya cukup dikasih tahu nama anaknya saja. Ini salah satu perubahan yang baik, meskipun saya perhatikan masih ada saja yang belum tahu, kasian harus bolak-balik mengambil identitas supaya bisa memesan tiket, terutama kalau mendapatkan titipan dari orang lain. Tapi itu hanya masalah waktu saja, sosialisasi dan perubahan tentu membutuhkan waktu.

Disamping itu untuk menghindari percaloan, PT KAI juga sekarang lebih leluasa membuka diri secara terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi agen tiket kereta, namun tidak secara perorangan, harus berbadan usaha (PT/CV/Koperasi), ini seperti melegalkan calo secara resmi, atau meletakan calo pada rel-nya sesuai ketentuan yang ada, sehingga diharapkan tidak ada lagi percaloan tiket kereta kedepannya.

Sebenarnya saya ingin bercerita pengalaman perjalanannya, tapi kok jadi iklan layanan masyarakat ini mah hehe.. ya moga ada manfaatnya. PT KAI sekarang mulai berubah.. J

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s