BANDUNGKU, KAMPUNG HALAMANKU


Judul tulisan ini mirip PR Bahasa Indonesia semasa SD dulu sehabis liburan panjang sekolah.. bikin cerita liburan sekolah. Kebanyakan pada waktu itu menceritakan kampung halamannya masing masing yang ada di desa dengan pemandangan sawah, sungai dan menceritakan aktifitas keluarga, ayah ngapain, ibu ngapain adik/kakak ngapain. Apalagi ditambah PR tambahan untuk menggambar suasana liburan sekolah, gambarnya tetap saja gambar standar, Gunung kembar yang ditengah-tengahnya ada matahari yang setengah baru terbit dilengkapi dengan strip-strip diatasnya pertanda cahayanya bersinar, diatasnya ada awan-awan, kemudian ada sungai yang dipinggirnya ada rumah plus pohon disampingnya, dan judulnya : Kampung Halamanku Yang Indah! Standar Nasional Indonesia No.1 Bab Anak SD

Namun tentu saja sisa-sisa pendidikan itu kebawa sampai sekarang, kali ini benar-benar saya akan mengulangi cerita itu! mengerjakan PR itu untuk bercerita kembali tentang Kampung Halamanku yaitu Kota Bandung. Kampung yang Bukan Kampung betulan karena sebuah Kota, meskipun bagiku ya tetap Kampung, karena tempat kelahiranku itu memang sebuah kampung dulunya, sekarang juga sebetulnya, namun berada di tengah-tengah Kota Bandung, Kota yang Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat), begitu slogan kota yang dipasang sebagai Tagline Kota Bandung jika anda main-main ke Bandung.

Tertarik untuk bercerita, karena sekarang Kota Bandung sudah semakin Populer dan banyak dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai daerah, bahkan dari berbagai negara. Sekilas saya perhatikan, meskipun ada yang mungkin merasa kecewa dan mengeluh karena ternyata Bandung itu tidak se-indah dan se-asyik yang diceritakan, toh pada kenyataannya malah semakin padat aja tuh kampungku itu.. kalau ada yang bilang jalanan di kota bandung sempit dan pendek-pendek, lah emang dari dulu juga gitu, karena memang Kota Bandung dibangun pada awalnya merupakan tempat peristirahatan yang tidak perlu bangun jalan lebar-lebar dan panjang-panjang, berkembang jadi kota pun pada awalnya menjadi Kota Pusat Pemerintahan Hindia Belanda saja, lagi-lagi ya tidak perlu bangun jalan lebar-lebar dan panjang-panjang

Kemudian berkembang lagi menjadi salah satu Kota Pendidikan tujuan orang kuliah dari berbagai daerah di Indonesia karena Perguruan Tinggi terbaik beberapa ada di Kota Bandung, lagi-lagi untuk perkembangan ini tidak perlu bangun jalan lebar-lebar dan panjang-panjang..Sampai pada perkembangan itu, Bandung bagiku masih nyaman untuk ditinggali, mengalami sejuknya embun di pagi hari salah satunya, jalan-jalan atau jogging  di pagi hari dipinggir jalan masih terasa segar, jalanan belum terlalu ramai, udara masih terasa bersih, jalanan relatif bagus (Bandung sekitar Tahun 2000)

Namun perubahan Kota Bandung yang cukup signifikan itu setelah :

1. Industrialisasi

Saya belum sempat cek, sejak kapan pabrik-pabrik itu bermunculan di Kota Bandung dan sekitarnya, terutama Bandung Selatan (Mulai dari Dayeuh Kolot, Soreang, hingga Banjaran) dan Bandung Barat (Cimahi, padalarang), yang pasti perubahan itu terjadi di depan halaman rumahku,daerah sekitar Jl. Soekarno-Hatta – Buah Batu tempat saya dilahirkan. Sekitar tahun 1990-an mungkin, karena waktu itu saya masih SD, berdirilah sebuah Pabrik Tekstil yang Size-nya cukup besar, bisa dilihat dari lahan tanah yang berhasil dicaploknya dari penduduk sekitar dan sebagian tanah negara yang sebelumnya merupakan tanah sawah dan kebun berikut rawa dan hutan, sebelumnya merupakan tempat yang asyik untuk bermain semasa kecil. Jadi mereka telah merebut tempat bermain anak-anak di kampungku

Apa akibatnya? tentu saja banyak, selain lahan bermain anak-anak hilang, mata pencaharian penduduk semula pun hilang, sawah dan kebun disulap jadi Pabrik, penduduk yang petani pun disulap jadi buruh pabrik. Ini terjadi didepan mata saya.

Lingkungan?? oh apa lagi lingkungan, limbah pabrik  meracuni sungai-sungai yang sebelumnya penuh dengan kehidupan, tempat kakek saya dulu mancing, tempat saya dulu mandi dan berenang, udara pun tercemar ada limbah pembakaran, dan yang memprihatinkan adalah air tanah semakin hari semakin sulit, sebelumnya tidak pernah ada sejarahnya kampungku itu kekurangan air, tidak pernah ada ceritanya pompa itu kering tidak bisa memompa air (pompa tangan itu), bahkan di musim kemarau sekalipun, Pabrik itu (baca:Industrialisasi) telah merampas itu semua!!

Yang lebih bikin saya geram, ternyata Pabrik Yang Nongkrong dekat rumahku itu ternyata bermasalah! semestinya TIDAK BOLEH berdiri disitu, BUKAN PERUNTUKANNYA!!, tapi apa daya Pemkot ini.. saya tidak tahu ada apa, apa saya boleh berasumsi PemKot itu lemah? gak Bernyali? karena udah dapat upeti banyak? pendapatan banyak? jadi enggan mengusir dengan tegas??

2. Jalan Tol Purbaleunyi/Cipularang Rampung

Yang satu ini terus terang agak dilematis, di satu sisi ini merupakan suatu kemajuan yang sangat signifikan dan sangat diharapkan oleh hampir semua orang, dan tidak bisa dipungkiri manfaat langsungnya nyata, di satu sisi menimbulkan ketidakseimbangan , terutama bagi Kota Bandung itu sendiri.

Ketidakseimbangan apa?

Seperti yang saya singgung diawal tulisan ini, Bandung itu jalannya pendek-pendek dan tidak lebar, menurut saya tidak siap untuk menampung jumlah kendaraan baru yang masuk akibat akses jalan tol itu yang berhasil mempersingkat jarak waktu, terutama dari Jakarta ke Bandung yang sebelumnya jika melewati jalur Puncak bisa memakan waktu sampai 8 jam, sekarang 2 jam saja sangat mungkin, jarak waktu ini mengalahkan jarak waktu Kereta Api Jakarta-Bandung yang memiliki jarak waktu 3 Jam.

Akibatnya volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung meningkat drastis, saya gak perlu menyebutkan angka ya, anda cukup memperhatikan status orang-orang Bandung yang bekerja di Jakarta yang jadi Pekerja PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) pada Jumat malam.. di BBM,Twitter,atau Facebooknya, apalagi malam ini nih, Long Weekend datang, bisa tua di jalan tuh mereka

Apa sih yang membuat orang-orang pada datang ke Kota Bandung??? terutama para pendatang baru?
poin berikutnya akan menjelaskan.

3. Mallisasi dan Turunanannya

Bapak saya pernah bercerita dulu sewaktu masih muda bersama mantan pacarnya yang sekarang jadi ibu saya, kalau main-main itu atau Hang Out itu paling ke Cicadas atau ke Alun-alun saja, disana ada Bioskop, pasar dan pertokoan yang ramai yang menjadi tempat hiburan, terutama dimalam hari. Tapi hari ini yang namanya Mal itu tiba-tiba tumbuh pesat, di sekitar rumah saya aja sekarang berdiri 5 Mal baru yang keitung besar, bahkan ada yang terbesar yang dulunya Bandung Super Mal, sekarang menjadi Transtudio Mall yang semakin menjadi-jadi ditambah Arena Bermain, Apartemen dan Hotel.. jadi Komplek Besar, lahannya itu dulu adalah pemakaman umum, ditambah lahan-lahan penduduk lainnya.

Transtudio Mall sekarang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Bandung, disamping ada Arena Hiburan Indoor Transtudio, disampingnya ada Mall, ada Hotel juga. Lahannya sih memang masih cukup karena luas, namun yang miris itu jalannya… Jl. Gatot Subroto itu bukan jalan yang lebar, antara lampu merah ketemu lampu merah lagi gak jauh, apalagi ketemu tikungan, itu banyak disepanjang jalan itu, jadi jangan kaget kalau di jalan ini jadi salah satu titik kemacetan Kota Bandung, belum ketemu angkot, ketemu becak, ketemu pengguna jalan yang seenaknya.. Welcome To The Jungle..

Dan mengenai Mal ini yang menjadi catatan saya adalah kembali ke Aturan.. setahu saya itu jarak antara pusat perbelanjaan atau Mal yang satu ke yang lainnya itu ada jaraknya, ada radiusnya, dan itu mestinya jaraknya tidak dekat. Yang bagus menjadi contoh adalah dibilangan Jl Cicadas-Jl Jakarta-Jl Antapani, coba perhatikan di sekitar jalan itu ada berapa Pusat Perbelanjaan?? padahal itu dekat sekali. Akibatnya kembali.. jangan heran kalau sekitar Jalan itu menjadi salah satu titik Kemacetan di Kota Bandung.. Welcome To The Jungle.. :p

<<Bersambung>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s