20.000 Hits


Tahun 2012 ini pengunjung irwanirawan.com melonjak cukup tajam menembus angka 20.000 Hits… dibanding tahun sebelumnya (2011) yang menembus 5.000 Hits saja. Perkembangan yang cukup signifikan, semoga ini bisa lebih memotivasi penulis untuk terus memperbaikinya, terutama dalam hal kualitas tulisannya supaya lebih bermanfaat lagi, amiin

Sebagai Intermezo, saya sedikit mengulas makna dibalik angka 20.000 ini, semoga bermanfaat :

1. Dua puluh ribu ternyata mampu membahagiakan orang lain

Selasa, 5 Juni 2012, saya pulang dari Bali. Saat perjalanan pulang dari bandara, driver saya mengisi bahan bakar di pom bensin dan kesempatan itu saya gunakan belanja di Indomaret. Saya membeli panganan kecil dan minuman untuk disantap di perjalanan. Saat saya hendak melakukan pembayaran, seorang anak remaja bertanya pada kasir, “Mbak, buku ini berapa harganya?” Dengan cepat petugas itu menjawab, “Dua puluh ribu rupiah.” Anak remaja itu berkata lagi, “Boleh gak buku ini disimpan jangan dijual, saya akan kumpulkan uang, nanti kalau sudah punya uang saya beli bukunya.” Petugas itu menggelengkan kepalanya.

Tanpa berpikir panjang saya langsung berkata, “Dik, ambil saja bukunya, saya yang bayarin.” Anak itu terdiam menatap saya tanpa berkata apapun. Maka saya tegaskan lagi, “Bawa pulang bukunya, itu hadiah dari saya.” Anak remaja itu kemudian menghampiri saya, menjabat tangan saya, mencium tangan saya berulang-ulang. Tangan saya basah oleh tetesan air matanya.

Diapun berkata lirih, “Terima kasih, om. Saya senang membaca buku yang bagus. Saya sering beli buku di tempat ini.” Sembari menahan air mata haru yang hendak keluar dari mata, saya tersenyum menatap remaja itu. Saya segera menuju mobil dan membiarkan air mata keluar membasahi pipi. Saya hanya bisa bergumam, “Oh, betapa banyak anak yang ingin maju dan berkembang tapi terkendala karena tak punya uang.”

Dua puluh ribu ternyata mampu membahagiakan seorang anak remaja yang senang membaca. Dua puluh ribu ternyata juga bisa membuat mata saya berkaca-kaca. Air mata yang meleleh dari mata saya adalah perpaduan antara rasa haru, sedih dan bahagia bercampur menjadi satu

2. Oto Iskandar Dinata Si Jalak Harupat

Dalam mata uang Rupiah pecahan 20.000 terdapat gambar salah satu Pahlawan Indonesia Oto Iskandar Dinata yang diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia. Oto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ayah Oto adalah keturunan bangsawan Sunda bernama Nataatmadja. Oto menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung, kemudian melanjutkan di Kweekschool Onderbouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) Bandung, serta di Hogere Kweekschool (Sekolah Guru Atas) di Purworejo, Jawa Tengah. Setelah selesai bersekolah, Oto menjadi guru HIS di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pada bulan Juli 1920, Oto pindah ke Bandung dan mengajar di HIS bersubsidi serta perkumpulan Perguruan Rakyat.

Dalam kegiatan pergerakannya di masa sebelum kemerdekaan, Oto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung pada periode 1921-1924, serta sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan tahun 1924. Ketika itu, ia menjadi anggota Gemeenteraad (“Dewan Kota”) Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto juga aktif pada organisasi budaya Sunda bernama Paguyuban Pasundan. Ia menjadi Sekretaris Pengurus Besar tahun 1928, dan menjadi ketuanya pada periode 1929-1942. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan.

Oto juga menjadi anggota Volksraad (“Dewan Rakyat”, semacam DPR) yang dibentuk pada masa Hindia Belanda untuk periode 1930-1941. Pada masa penjajahan Jepang, Oto menjadi Pemimpin surat kabar Tjahaja (1942-1945). Ia kemudian menjadi anggota BPUPKI dan PPKI yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan Jepang sebagai lembaga-lembaga yang membantu persiapan kemerdekaan Indonesia.

Setelah proklamasi kemerdekaan, Oto menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet yang pertama Republik Indonesia tahun 1945. Ia bertugas mempersiapkan terbentuknya BKR dari laskar-laskar rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya, Oto diperkirakan telah menimbulkan ketidakpuasan pada salah satu laskar tersebut. Ia menjadi korban penculikan sekelompok orang yang bernama Laskar Hitam, hingga kemudian hilang dan diperkirakan terbunuh di daerah Banten

3. 20 ribu orang dipasung akibat gangguan jiwa

Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 20 ribu orang dalam masalah kejiwaan atau ODMK berat dipasung oleh keluarganya dan masyarakat dengan alasan sering mengamuk atau keluarganya merasa malu.Pemasungan bukan solusi dengan alasan apapun, tetapi pengobatan yang cukup dan berlanjut serta perhatian bisa mempercepat penyembuhan si penderita.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI terus menggencarkan progam bebas pasung 2014 walaupun progam ini sudah mulai direalisasikan sejak 2010 lalu . Diharapkan progam ini bisa mengembalikan lagi para ODMK ke tengah-tengah masyarakat, dan kami pun menyiapkan progam lainnya seperti perawatan kesehatan untuk para ODMK dan sebanyak 240 ribu ampul suntikan obat penenang sudah tersedia untuk proses penyembuhan si pasien disamping obat-obat lainnya

Kementerian Kesehatan RI juga terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat jika ada keluarganya yang bermasalah dengan kejiwaannya untuk segera diberikan pengobatan atau melapor kepada tempat pelayanan kesehatan setempat. Dan cara pasung agar tidak dilakukan kembali, karena tidak bisa menyembuhkan si penderita.

Sumber :

jamilazzaini.com, wikipedia.org, antaranews.com

One thought on “20.000 Hits

  1. ga jadi terharu ah, kirain yang di bali kisah nyata akang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s