Kewajiban Mendidik Anak


Bahasannya agak normatif, tapi sebetulnya sangat realistis dan sangat strategis. Disinilah kunci perubahan itu, perubahan yang diidam-idamkan oleh kebanyakan orang dan tentu saja perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan revolusioner… #sigh

Sebuah perubahan yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan dunia serta alam semesta!!

Mendidik Anak sejatinya adalah sebuah usaha kolektif, akibatnya ini akan memiliki imbas kemana-mana, apa yang kita didikkan kepada anak kita itu otomatis menuntut hal serupa juga pada diri ibu bapaknya, bagaimana lingkungan kita setting sedemikian rupa agar inline dengan didikkan kita. Sehingga segala sesuatu yang ada disekitar anak menjadi fokus didikkan pula.

Gak rumit kan? hehe

Kita mulai dari orang tuanya, sejatinya yang paling menjadi patokan buat anak adalah kedua orang tuanya. Anak lahir kedunia itu polos, bagaikan selembar kertas putih yang masih bersih, yang pertama kali mengisinya dengan coretan pertama adalah orang tuanya, entah itu sengaja ataupun tidak, entah itu pasif ataupun aktif. Pasif adalah ketika si anak tanpa sepengetahuan orang tuanya, atau tanpa orang tua sadari, melihat, mendengar, merasakan, bahkan meniru apa yang orang tua lakukan. Aktif adalah ketika orang tua secara sadar dan sengaja memberikan coretannya kepada anak, mempengaruhi anaknya untuk melakukan sesuatu.

Sehingga pihak pertama yang harus menjadi perhatian adalah orang tuanya, sebelum lebih jauh orang tua ini menorehkan coretannya pada anak, orang tuanya lah yang harus mempersiapkan diri, membentuk diri, supaya apa yang tercoret pada anaknya adalah sesuatu yang baik dan benar, bukan yang buruk dan salah.

Proses tersebut berjalan secara simultan dan real time, dalam satu waktu si orang tua membentuk dirinya, menyempurnakan dirinya, dalam waktu yang sama si orang tua wajib menorehkan sesuatu pada anaknya, dalam proses ini lah diperlukan kejelian, kehati-hatian dan kecermatan. Perlu kepekaan, kepedulian, kesabaran, dan kasih sayang… memilah mana yang sudah baik yang pantas ditorehkan dan dilihat/ditiru, mana yang belum baik, yang masih harus diperbaiki yang tidak boleh dilihat/ditiru si anak.

bersambung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s