Kewajiban Mendidik Anak (2)


Melanjutkan bahasan yang agak berat tapi sangat penting dan sangat strategis.

Jadi paradigma yang dibangun dalam mendidik anak itu tidak semata-mata berfokus pada anaknya saja, tidak hanya memperlakukan si anak sebagai objek saja, karena ternyata hal pertama yang sangat menentukan adalah siapa yang paling dekat dengan si anak, dia lah yang harus menjadi fokus pertama. Sehingga peranan orang tua sangatlah menentukan, dialah yang pertama-tama harus dibentuk dan disiapkan karena patokan perkembangan anak selanjutnya adalah ada di tangan orang terdekatnya.

Oleh karena itu, sangat selektiflah apabila kita mempercayakan sebagian waktu anak itu ada di tangan orang lain, terutama yang di luar keluarga kita. Apa itu seorang Baby Sitter atau Asisten Rumah Tangga di saat si ibu dan ayahnya bekerja. Karena si anak tentu saja akan terpengaruh olehnya, jangan sampai pengaruhnya seadanya, tidak maksimal, bahkan jangan sampai malah pengaruh buruk yang didapatkan si anak.

Seperti lingkaran obat nyamuk bakar, selanjutnya sebagai orang tua harus memperhatikan dan menjaga lingkungan si anak dari yang terdekat sampai yang terjauh, upayakan si anak ada dalam lingkaran yang aman dan baik untuk pengembangan dirinya. Dan tentu saja bukan berarti kita terlalu over protected dan terlalu possesif banyak membatasi si anak.

Setelah orang tua, mungkin ada keluarga, ada ART, ada tetangga, masuk ke sekolah ada lingkungan sekolah, ada teman sekolah, ada guru, di perjalanan bisa ketemu masyarakat luas dst.. lingkungan-lingkungan itu harus ada dalam perhatian kita, kita upayakan yang didapatkan si anak adalah lingkungan yang terbaik buatnya.

Lebih jauh lagi  kita memikirkan konten atau software seperti apa, nilai-nilai, prinsip-prinsip dasar seperti apa, didikan apa yang akan kita tanamkan. Yang baru saya ceritakan memang baru kerangka kasarnya, hardware nya yang harus dilengkapi dengan softwarenya, karena itulah inti didikannya yang akan menentukan yang nanti dibawakan oleh orang tua, keluarga, sekolah, masyarakat, dst

Saya pribadi selaku seorang Muslim, prinsip utama dalam mendidik anak tentu saja saya kembalikan kepada siapa yang telah menciptakan anak kita,kita hanya dititipkan, Dia-lah yang Maha Mengetahui yang terbaik buatnya, sehingga dasarnya adalah apa yang Dia Kehendaki kepada kita dalam mendidik anak, praktisnya dasarnya adalah Al-Quran, dan pelengkap dari Al-Quran adalah tauladan dari Utusan Allah, Rosulullah Muhammad SAW yang termaktub dalam Hadits/Sunnah beliau..  Dua itu saja yang jadi pegangan.

Sehingga cerita selanjutnya seputar tema ini akan bersumber dari 2 sumber tadi. Kalaupun ada sumber-sumber lain diluar itu, tentu saja masih terbuka, dengan catatan tidak bertentangan dengan apa yang ada di Al-Quran dan Hadits/Sunnah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s