Tips Mengajarkan Anak Berdo’a Sehari-hari


Mengajarkan doa pada anak, sebenarnya sederhana saja. Bacakan dan biasakan doa itu sejak dia bayi, bahkan dalam kandungan. Ada yang menjual poster-poster doa. Ya, itu membantu, tapi kurang efektif

1. Dalam kandungan.

Biasakanlah mengajak anak dalam kandungan untuk berdoa pada saat-saat anda berdoa. Misalnya, mau makan, katakanlah ‘Dek (sebaiknya sudah ditentukan nama), kita mau makan. Ayo baca doa dulu.. Allahumma.. dst’. Perdengarkanlah doa dengan cukup jelas, jangan dalam hati.

2. Bayi belum bisa bicara.

Biasakan selalu berdoa dulu sebelum mengajak dia beraktifitas, misalnya mau menyusui dia, bilang dulu ‘doa makan dulu yaa..’ Allahumma dst.. baru susui. Sebelum tidur, sambil disusui, bilang ‘ngantuk ya dek, sebelum tidur, berdoa dulu ya.. ‘Bismika allahumma ahya dst’

3. Bayi setelah bisa mengeluarkan satu dua suku kata.

Terus biasakan berdoa sebelum aktifitas, tetap kita yang berdoa dengan cukup jelas, tapi biarkan dia menyelesaikan akhirnya. Misal Allahumma barikla… (na -anak-) fiimaa rozakta (na -anak) dst. Bertepuk tanganlah dan bergembiralah ketika kita dan anak berhasil menyelesaikan doa bersama-sama, dan pujilah dia

4. Telah bisa bicara.

Teruskan kebiasaan kita yang melafalkan doa, tapi potongan akhirnya makin banyak. Allahumma.. (Bariklana -anak-) fiima razak (tana anak) waqinaa adza ban? (naar -anak-). tetap tepuk tangan dan pujilah anak

5. Telah bicara lancar, Bila mengikuti aktifitas dalam keluarga, misalnya makan barengan, ajak semuanya mengucapkan doa bersama-sama bersama balita. Bertepuk tanganlah bersama-sama, memuji anak yang ikut berdoa sama-sama.

6. Telah bicara lancar, Bila beraktifitas sendiri, tanya dulu ‘doa makan gimana ya?’ dan ketika anak berdoa dengan lancar, pujilah ia. bila tidak lancar, bantu sedikit dibagian yang macet, tapi tetap tepuk tangan dan pujilah bila selesai.

7. Ajarkanlah doa yang biasa anda lafalkan.

Jangan terlalu muluk-muluk mengajarkan doa yang panjang-panjang yang kita sendiri tidak biasa. Ajarkanlah yang pendek-pendek dan biasa kita lafalkan. BIla ingin lebih bisa dari kita, kita sendiri yang harus terlebih dahulu membiasakan diri untuk melafalkan doa tersebut (misal dengan menempel kertas bertuliskan doa ditempat yang ingin anda biasakan)

8. Untuk munajat, lebih pas diajarkan pada bayi yang belum bisa bicara. Biasanya bayi umur 0-3 bulan jam 3 subuh-an bangun dan menangis. Setelah mengganti popok/sambil menyusuinya, ajaklah dia bermunajat, dengan menggendong/memeluknya sambil membaca munajat pada Allah.

Tumpahkan perasaan anda seperti biasanya. Jangan malu menangis didepan anak. Ini bukan riya, ini pendidikan. Kalau bayi sudah mulai bicara dan sudah ada maunya, jangan memaksakan diri mengajak dia bermunajat.

*Sumber :

Tips Mengajarkan Islam Pada Bayi dan Balita

Rumah Qurani melalui http://tiga-rani.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s