Mengajarkan Anak Bershadaqah dan Zakat


Mengajarkan shadaqah pada anak, berpedoman pada ayat :

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا ٢٩
Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya  karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal ”

(Al Isra 29)

Jadi kita harus mengajarkan supaya dia tidak bakhil, tetapi juga tidak terlalu royal. Pengaturan ini memang agak sulit, tetapi insyaallah Allah akan membantu mereka yang ingin mengajarkan jalanNya.

Tips mengajarkan Shadaqah pada bayi dan balita

1. Bawa anak (bayi, balita) ketika memberikan shadaqah atau zakat.

2. Bersihkanlah hati anda sebaik-baiknya

Dahulu ketika ingin memberikan shadaqah. Usahakan memberikan dengan hati seikhlas mungkin. Anggaplah itu buang sampah, buang sial. Perasaan kita akan terbaca oleh bayi, karena mereka sangat peka akan perubahan jiwa kita. Ini adalah pendidikan tentang ikhlas secara langsung.

3. Tunjukkanlah akhlaq yang benar Ketika memberikan shadaqah, yaitu raut muka yang menunjukkan keramahan, tidak menuntut sesuatu pada yang diberi, dst

4. Setelah agak jauh dari yang diberi shadaqah/zakat, hingga kira2 sudah tidak terdengar, ceritakanlah pada bayi dan balita apa yang anda lakukan tadi.

Dek, tadi bapak ngasih baju sama uni lina. Uni lina lebih butuh baju itu daripada bapak, jadi bapak kasih. Baju itu juga senang loh, dikasihin, karena dia nanti akan jadi baju super. Baju super yang akan melindungi bapak dari api neraka. Bapak juga senang, nanti jadi punya baju super di akhirat. Lagian, bapak senang melihat orang lain senang. Liat adek senang juga bapak senaaang sekali. Sama, liat uni lina senang juga bapak senang.Allah juga senang liat bapak nolongin uni lina, karena Allah sayang kita semua. Sayang uni lina juga.

Allah senang sama orang yang baik sama makhluknya. Allah nanti ngasih hadiah loh, sama orang baik. Senang yah? Baik yah Allah! Nanti adek juga ngasih sama orang ya? Biar disayang Allah dan dapet hadiah dari Allah, asyik kan?

5. Biasakan anak berteman dengan siapapun, dari berbagai strata, miskin ataupun kaya, yatim ataupun berorangtua lengkap.

Ceritakanlah keadaan mereka semua pada anak, tanpa sepengetahuan temannya. Pancinglah simpati dari anak anda untuk mereka yang memang patut dikasihani, seperti anak yatim, anak miskin, tetapi jangan berlebihan dan jangan mendramatisir. Ceritakan apa adanya saja, seperti menerangkan burung atau bunga. Berilah dia pengertian bahwa Allah menciptakan kita berbeda-beda, agar kita saling mengenal dan saling menolong. Siapapun butuh pertolongan orang lain suatu saat. Jadi kita harus menolong orang, karena suatu saat, kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain.

6. Ketika anak memiliki sesuatu yang berlebih, misalkan makanan, tawarkanlah padanya untuk memberikannya pada temannya.  Ketika anak sudah dibelikan baju baru, ajaklah dia memilih bajunya untuk teman-teman yang kekurangan. Tuntunlah dia untuk memilihkan baju yang layak pakai.

7. Bila suatu saat dia memilih baju barunya untuk diberikan pada orang lain, atau memberikan seluruh eskrim kesukaannya pada temannya, biarkan sesekali. Ingat, ini adalah tanda yang baik. Pujilah dia, meskipun hati anda mengkal🙂 Lalu terangkan ‘Dek, wah, mamah senang liat adek ngasih barang yang adek senangi sama teman adek. Hebat! Berarti adek sudah HUEBAT dipandangan Allah. kita memaksudkan ayat ini (“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cinta. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Mengetahui””. (Qs. 3 : 92))

8. Pada saat esoknya dia bersegera memberikan barang yang buanyak lagi.. nah, ini saatnya ngerem. Dek, ngasih ke orang lain itu baik, tapi jangan terlalu royal, nanti kita menyesal. Kan kalau dikasihin terus-terusan  jadi habis. Kalo adek gak punya baju sama sekali gimana? Udah ya dek. Kemarin adek sudah hebaaat banget.

Jangan sampai kita menyesal ngasih sama orang, atau dimanfaatkan orang. Kalau kita menyesal, hadiah dari Allahnya berkurang loh. Jadi memang tidak boleh berlebihan ya nak. Nanti lagi ya, kalau kita punya kelebihan, baru ngasih ke orang. Oke?

9. Jangan berlebihan ngerem, misal dengan menunjukkan sikap begini. ‘Dek, eskrimnya dimakan dirumah aja ya, nanti dihabisin temen-temen’ Dari pengalaman, reaksinya akan berlebihan, menjadi peliiit banget ha ha ha. Tapi kalau itu terjadi, ya sudahlah, hanya sebentar kok.

10. Sedapat mungkin, ajarkan untuk tidak pamer berlebihan (karena anak sangat suka pamer) pada teman yang berkekurangan.  Apalagi menunjuk-nunjukkan makanan yang tidak bisa dibagi. Misal, es krim kecil satu porsi yang muahal yang dibelikan neneknya. Laranglah dia untuk makan didepan teman-temannya (bila neneknya tidak rela barang itu dibagi) . Bilang bahwa mereka tidak punya uang, dan sulit sekali untuk membeli barang/makanan itu.

Seandainya dipamerkan, dan dia tidak boleh main/makan itu, dia akan saaangat sedih. Kasian kan? Makanya, sebaiknya, pilihlah baju bermain dari baju yang berharga tidak terlalu mahal, hingga setara dengan teman-temannya. Tetapi ini bukan paksaan kok.

Siapapun tahu, bahwa mendandani anak, apalagi anak perempuan, adalah hobi nenek, kakek, dan orangtuanya.🙂 Teori memang gampang he he he.. praktiknya akan lebih sulit. Tapi insyaallah seiring dengan waktu, we’ll get the hang of it. Semoga Allah menuntun kita mendidik anak kita.

*Sumber :

Tips Mengajarkan Islam Pada Bayi dan Balita

Rumah Qurani melalui http://tiga-rani.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s