1,2 Abad Bank BRI


120 tahun yang lalu, 16 Desember 1895 Bank ini pertama kali berdiri berawal dari Kas Mesjid di Purwokerto, Jawa Tengah ditengah-tengah masa penjajahan sebelum Indonesia Merdeka oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Header Banner BRI

Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti dan aktif kembali setelah perjanjian Renville tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat, tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM), kemudian tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Tahun 1968  fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia dan menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

itulah sekilas sejarah perjalan BRI, sekilas karena tentu saja pada kenyataannya 120 tahun itu bukan waktu yang sebentar, pasti banyak sekali cerita dan pencapaian-pencapaian seiring dengan proses pra-kemerdekaan RI dan setelah Merdeka. Dari masa orde lama, orde baru, orde reformasi hingga saat ini tentu banyak sekali dinamika yang terjadi dengan Bank ini.

Dan saat ini, BRI masih Eksis melewati masa itu, bahkan berhasil melewati masa-masa sulit krisis ekonomi yang pernah terjadi dimana Industri Perbankan Nasional mengalami collaps hingga banyak Bank yang tutup, dan dilikuidasi. Tapi BRI masih tetap berdiri kokoh dan terus maju.

Ditengah serbuan Bank Asing dan Swasta dalam persaingan yang ketat pun masih tetap tumbuh sehat dan menguntungkan, kuncinya memang Inovasi, Inovasi dan Inovasi, berubah terus mengikuti perkembangan yang ada.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s