Digitalisasi InEfisiensi


Pada prinsipnya dengan adanya Digitalisasi, baik demi tujuan Bisnis maupun Non-Bisnis, adalah Efisiensi. Lantas apakah itu Efisiensi? kalau boleh menyimpulkan apa yang saya dapat di Kuliahan Kampus Fakultas Ekonomi, efisiensi itu “Do The Things Right” bagian yang seringkali tidak dapat dipisahkan dari yang namanya Efektifitas dengan tagline “Do the Right Things” itu satu, yang artinya upaya mengelola sumberdaya se-baik-baiknya, untuk mencapai tujuan seoptimal mungkin.

Lebih membumi lagi, efisiensi cenderung akan bersinggungan langsung dengan yang namanya “Cost” atau biaya. Namun jangan lupa ketika berbicara Biaya, konsepnya itu sangat luas.. tidak sebatas apa yang ada di pembukuan akuntansi di Laporan Keuangan, sebuah kesempatan yang hilang pun adalah biaya, itulah yang disebut “Opportunity Cost” yang bisa juga diukur dengan hilangnya manfaat atas waktu yang dikorbankan.

Sehingga, Digitalisasi akan memangkas biaya, memangkas alur proses, memangkas birokrasi, bahkan memangkas Sumber Daya Manusia! apa ini sebuah kerugian? ya tergantung sudut pandang apa yang dipakai. Bagi yang menginginkan efisiensi supaya Bisnis lebih efisien sehingga pendapatan bisa bertambah, pastilah sangat menguntungkan.

Namun, bagi yang memiliki sumber penghasilan atas apa yang dipangkas akibat digitalisasi, niscaya adalah sebuah kerugian besar! Bahkan sebuah ancaman kebangkrutan! itulah yang terjadi dengan Perusahaan Transportasi Konvensional yang tidak siap dengan adanya Digital Mobile Service dan Digital Business Model. Calo – calo proyek, bahkan calo-calo birokrasi perizinan akan kehilangan pekerjaan jika proyek sudah diproses secara online digital (e-Procurement) atau perizinan pemerintah terintegrasi online, yang tidak lagi bertatap muka secara langsung.

Bagi negara Indonesia yang mayoritas masih berada dalam kemiskinan dan inEfisensi, digitalisasi masih belum sepenuhnya dapat diterima, akan ada penolakan-penolakan, bahkan bentrokan. Tak jarang terjadi perkelahian dan pengrusakan, demonstrasi dll karena ada yang dirugikan, mereka yang tidak siap mengalami perubahan. Disinilah peran pemerintah, yang wajib melindungi semuanya supaya ADIL. Mudah? tentu saja tidak semudah itu…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s