Bisnis Modal Dengkul


Adakah bisnis semacam ini?

Oh banyak sekali, termasuk Bisnis Perbankan sebetulnya kalau kalau mau di sederhanakan. Tidak salah kalau Bankir itu benar-benar cuman modal bangku/meja, bahkan tidak pake banku/meja pun gak masalah. Kenapa Bisnis Perbankan saya cap sebagai Bisnis Modal Dengkul?

Ya dia di satu sisi kan ngumpulin duit orang banyak, pinjam pake duitnya orang lain, kemudian dia gunakan itu duit untuk dipinjamkan lagi dengan mengenakan margin yang disebut bunga atau bagi hasil bagi yang syariah. Dari margin bunga itu sebagian dia bagikan ke yang punya duit diawal yang dia pinjami. Simple-nya gak jauh beda dari Makelar Uang.. hehe

Bener-bener modal dengkul kan simple-nya, dan kita dalam dunia nyata secara perorangan sangat mungkin bisa menjalankan bisnis yang begituan. Nyambungin yang punya duit sama yang butuh duit, kemudian kita ambil keuntungan dari itu.. sekilas licik ya. Tapi itu fakta.

Gak jauh beda dengan dagang secara umum, untuk dapat pesanan pembelian suatu barang, kita gak mesti keluar modal dulu untuk itu kan? kita gak perlu belanja dulu kemudian baru menjual, tapi kita cari dulu pembelinya baru kita dapatkan barangnya dengan membeli, itu pun pake duitnya pembeli langsung, bisa Cash sekaligus maupun sebagian-sebagian. Yang pasti, ini pasti menguntungkan, selama tidak ada missmatcth antara produk yang dibutuhkan dengan kebutuhan/keinginan si pembeli.

Inilah dunia pemasaran, modalnya ya pemasaran. Kalau kita menguasai keahlian yang satu ini, bisnis pasti jalan tanpa modal khusus untuk itu, baik yang berupa fresh money atau asset lainnya, apalagi berupa aktiva tetap.. berraatt rasanya kalau mulai dari sana kalau kita belum bisa memastikan keuntungannya, risikonya tentu jauh lebih besar dan membutuhkan waktu untuk mengembalikannya. Bisa bertahun-tahun baru BEP..

Jadi bagi yang berbisnis, aspek pemasaran ini hal pertama yang mutlak dikuasai. Baru yang lainnya ngikut..

Advertisements

It’s All About Money…


it’s all about money..dam dam daram dam dam… ada yang tahu sepotong bait lagu ini?

atau bait lagu ini : penguasa..penguasa..berilah hambamu uang, beri hamba uang..

atau ungkapan ini : money is not everything, but everything without money is nothing..

dan masih banyak lagi yang berbicara tentang uang..

Ada apa?

gak ada apa-apa sih, lagi ingin nulis tentang uang aja, karena hampir setiap aktifitas kita tidak bisa lepas darinya, gak salah kalau uang diibaratkan bagaikan darah dalam tubuh kita, tanpa darah tubuh akan mati. Kurang darah saja sudah lemas, pusing-pusing, tapi tekanan darah tinggi juga gak kalah pusingnya hehe

ada gula ada semut, peribahasa ini juga pas.. dimana disitu ada uang, gak dipanggil pun, orang-orang akan datang dengan sendirinya, Jakarta tidak pernah meminta didatangi banyak orang dari penjuru indonesia, tapi karena disitu banyak uang beredar dan besar, orang-orang pun rela datang karenanya, meskipun harus nekad.

Orang sampai rela mengorbankan nyawa sekalipun demi uang, yang kadang nilainya mungkin tak seberapa, orang terpeleset karena tergoda uang yang besar, fraud di bank sampai masuk penjara, sampai ribut berdebat, ribut masalah hak, pengen naik gaji, pengen dapet bonus gede, dst.. ujung-ujungnya uang

uang oh uang… kamu bukan apa-apa sebetulnya, tapi sekarang kamu hampir bisa menjadi segala-galanya bagi sebagian orang

uang oh uang.. semestinya kamu yang digengam, bukan kami yg kamu genggam, bukan kamu yg merasuk di pikiran dan mendarah daging sampai ke hatinya

Uang oh uang.. pisau bermata dua, bisa jadi senjata ampuh untuk kebaikan sekaligus keburukan

itulah uang..

Tentang Kegiatan Ekonomi Syariah (2)


Di awal-awal bergabung dengan ISEG, langsung disajikan sebuah sarana pembelajaran ekonomi syariah dengan metode mentoring khusus ekonomi syariah. Hanya saja diawal saya sempat kecewa, karena kebetulan mendapatkan mentor yang sibuk sekali, beliau menjabat Koordinator Regional FOSSEI Jawa Barat dan mungkin seabreg kegiatan lainnya. Ditambah mungkin Menteenya juga dalam mencari waktu yang pas cukup sulit. Hanya sekali saja bertemu, itu juga hanya diawal, belum mulai banyak belajar. Tahu-tahu sampailah pada proses perekrutan untuk menjadi pengurus..di awal status saya hanya menjadi anggota.

Ditahap menjadi pengurus ini yang cukup menarik, karena waktu itu kita seakan-akan mau masuk kerja aja di perusahaan. Bikin surat, lampirin persyaratan, foto dst.. ada tes tulis, ada psikotes, ada Interview., in english juga sebagian. Saya sempat kecewa gak bisa masuk Divisi Research and Development yang waktu itu diketuai seorang teteh kakaknya adik kelas SMA saya yang sudah saya kenal sebelumnya, karena seperti yang sudah saya ceritakan diawal, keinginan saya mengembangan BMT di kampus ingin saya wujudkan di Divisi R&D ISEG, namun kenyataannya saya keterima di Pilihan ke-2 di Divisi Internal Affair.. lebih ke ngurus kekompakan, ukhuwah, dan sedikit kajian. Akhirnya saya terima juga. Dan ketuanya teman seangkatan beda jurusan.

catatan ke 3

Put the right man on the right place.. ini prinsip umum manajemen organisasi. Gali minat, skill dan pengetahuan  orang-orang dalam organisasi kita dengan optimal..dan tempatkan di posisi yang tepat.

awal-awal sibuk di kegiatan ekonomi syariah ya dari situlah, kegiatan silaturahim antar pengurus sambil kajian. waktu itu kita beri nama Kasih (Kajian dan Silaturahmih.. agak maksa) yang rutin minimal 1 bulan sekali, malah 2 minggu sekali (kerajinan) dan untuk ini saya penanggung jawabnya. Disini juga disisipi waktu untuk sharing kalau ada masalah2 tertentu.. tempatnya juga keliling, pernah di kelas, di RKM, ngampar di taman, sampe keliling numpang rumah orang, biasanya akhwat.. malah sepertinya rumah akhwat semua. belum pernah rumah ikhwan (tanya kenapa :D)

dan waktu itu saya sempat merasa puas ketika saya berhasil mendatangkan kang Ali Sakti 2x di acara ini.  waktu itu biasanya kang ali ngisi acara yg lebih besar, seminar, training yang pesertanya umum. di acara ini lebih private..sehingga lebih banyak bocoran dan rahasia-rahasia menarik yang diceritakan, dan memang ramai sekali dan membawa pengaruh kuat sekali terhadap semangat dan antusias orang-orang. Jadi tetep kuncinya ada di situ, datangkan orang terbaik…

Program ke-2 saya luncurkan BUKOM..Buku Komunikasi. Karena saya sendiri cukup suka menulis juga. Harapannya ini menjadi sarana yang baik juga untuk berkomunikasi antar pengurus, karena waktu untuk bertatap muka langsung terbatas, juga karena terkadang kalau kalau lewat lisan langsung orang enggan mengutarakan unek-uneknya, sekalian sarana mengembangkan ide lewat tulisan. ini terinspirasi dari jaman SMA pas di DKM. Bukom cukup sukses menjaring komunikasi, curhat-curhatan, kritikan, sampai hal-hal lucu..gambar-gambar komik, dll sampai 1 kepengurusan nerbitin 2 jilid (1 jilid=1 RIM=500 lembar).. namun di ISEG ini ternyata kurang laku si BUKOM ini.. malah jadi seperti Diary saya aja.. malah saya yang kebanyakan nulis disitu, btw dimana BUKOM itu berada sekarang ?? lumayan menghibur kalau kita baca lagi, apalagi kalau saya main ke SMA, BUKOM masih tersimpan baik, ketawa-ketiwi sendiri bacanya.. ;D

catatan ke-4

Perhatikan pola komunikasi dan sarana komunikasi yang tepat, karena komunikasi adalah kunci awal kerjasama..kerjasama tidak akan efektif tanpa komunikasi yang efektif, komunikasi yg efektif dibangun oleh pola dan sarana yang tepat sesuai dengan karakter organisasi

 

Tentang Kegiatan Ekonomi Syariah (1)


Tergerak untuk ikut menulis tentang perjuangan ekonomi syariah di Indonesia, namun bagi saya terlalu berat bahasanya kalau disebut perjuangan. Karena yang saya alami masih jauh dari kata perjuangan, karena sejatinya perjuangan itu sungguh-sungguh, mujahadah, tidak berlebihan kalau disebut jihad. Totalitas.. sampai titik pengorbanan yang optimal.Yang saya alami rasanya masih jauh dari itu, belum optimal apa yang telah dilakukan.

Saya mulai dari menceritakan kembali masa lalu saya semasa kuliah dulu, waktu dimana waktu itu saya sedikit banyak ada dalam aktifitas ekonomi syariah, terutama di lingkungan kampus, lingkungan mahasiswa, dari lingkup fakultas sampai universitas se Indonesia.

Harapan saya dengan pengalaman saya tersebut, yang membaca tulisan ini, terutama yang sekarang ada di posisi seperti saya waktu itu dapat mengambil pelajaran dan manfaat, sehingga bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dalam rangka memperjuangkan ekonomi syariah di lingkungannya masing-masing.

Apa sebetulnya perjuangan ekonomi syariah itu??

Pada intinya menurut saya hanya dua arahnya : bagaimana memahamkan orang akan ekonomi syariah itu sendiri dan bagaimana cara menerapkan atau mengamalkan ekonomi syariah itu sendiri. Sesederhana itu saja misinya.

Namun dalam prosesnya ini tidak semudah yang dibayangkan. Jangan melihat orang lain dulu, kita lihat diri kita masing-masing dulu. Sudah sejauh mana kita memperjuangkan kedua hal tersebut???

Sudahkah kita sendiri bermujahadah untuk itu?? Karena ini sangat penting. Sebelum kita mengajak orang lain, kita sendiri harus melakukannya terlebih dahulu. Bukan berarti menunggu sempurna, tapi ini harus dilakukan, tentu bagi diri kita sendiri gakkan pernah tuntas, tapi kita harus memproses diri kita dulu, baru memproses orang lain.

Pertama kali tertarik dengan aktifitas ekonomi syariah karena kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) FOSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) ke-IV di Bandung, tepatnya bertempat di Pusdiklatnya Telkom di Geger Kalong. Waktu itu ISEG Unpad yang menjadi tuan rumah sekaligu s sebagai panitianya. Waktu itu saya hadir di acara tersebut sebagai undangan, karena waktu itu saya  pengurus KKMB (Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung), diundang oleh ISEG untuk acara tersebut. Kalau tidak salah itu sekitar tahun 2004.

Saya kagum dengan acara tersebut. Banyak sekali yang hadir, perwakilan dari Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia, baik Negeri maupun Swasta.  Jasnya warna warni.. dari mulai UI, UGM, IPB, Unair, Unibraw, Undip, STIE2, dll hadir. Kemudian pembicara yang hadir juga luar biasa, sewaktu saya hadir itu pas acara seminarnya, pembicaranya ada dari praktisi, akademisi, ulama, dan regulator perbankan.. salah satunya Adiwarman Karim waktu itu yang membuat saya tertarik.

Dari acara itulah saya mengenal Ekonomi Syariah pertama kalinya dalam artian aktifitas yang menarik dan terorganisir dengan baik. Dan pertama kali juga mengenal yang namanya ISEG Unpad dan FOSSEI. Sepulang dari acara tersebut saya langsung berniat untuk bergabung dengan organisasi tersebut.

Disamping itu, karena saya menjadi bagian dari Ponpes Daarut Tauhiid juga waktu itu, yang didalamnya juga terdapat aktifitas ekonomi syariah, seperti kegiatan lembaga amil zakat dan wakaf, serta koperasi syariah, bahkan ada BMT yang berjalan disana. Menambah ketertarikan saya untuk berkecimpung didalam kegiatan ekonomi syariah.

Maka tak lama dari itu, saya langsung daftar jadi anggota ISEG. Saya merasakan agak sulit juga dulu untuk masuk ISEG, saya agak lupa detailnya. Hanya cukup kerepotan mendapatkan formulir, dan menulis paper tentang ekonomi syariah. Atau karena  saya kurang info aja kali ya, karena jarang ada di kampus selain waktu kuliah. Belum begitu kenal dengan pengurus iseg, sehingga sempat kesulitan.

Saya masih ingat, paper yang saya tulis waktu itu temanya tentang BMT. Kenapa BMT? Pertama karena di DT ada BMT, kedua karena di Dompet Dhuafa juga ada BMT Center. Dan BMT-BMT itu terhitung sukses..dalam menjalankan usahanya. Waktu itu BMT hal baru buat saya, sehingga tertarik untuk memahaminya dan menuliskannya. Dan sejak awal masuk ISEG tersebut saya sudah kepikiran untuk buat semacam BMT di lingkungan kampus. Sederhananya kalau di Kampus boleh ada Kopma, kenapa tidak BMT aja sekalian yang Syariah, malah lebih menarik prakteknya dari sekedar Koperasi Mahasiswa

Maka dari pertama kali bergabung, orientasi saya pribadi saya langsung ke prakteknya, modelnya adalah model BMT. Selanjutnya tentang BMT ini Insya Allah akan saya tulis tersendiri.

Dari cerita pertama ini, yang menjadi catatan adalah  :

  1. Bagaimana menarik minat masyarakat, apa yang menarik bagi mereka? Untuk mahasiswa, yang namanya seminar interaktif, diskusi-diskusi dengan mendatangkan tokoh yang bisa merepresentasikan perjuangan ekonomi syariah, itu masih efektif untuk gerbang awal. Jadikan itu pintu utama, datangkan orang terbaik ke kampus..
  2. Kemudahan Informasi, Kemudahan Komunikasi, Kemudahan untuk bergabung, sebaiknya setelah ada semacam kegiatan di No 1, langsung ada follow up-nya  di tempat kegiatan, untuk pendaftaran jadi anggota, atau pendaftaran untuk kegiatan selanjutnya, lebih baik lagi sudah disiapkan sepaket kegiatan selanjutnya yang bisa ditawarkan,,jadi tidak terputus. Langsung buat jaringan komunikasi dan informasi dengan mereka, dan selanjutnya harus dimaintenance.

Korupsi dan Politik Lingkaran Syetan..


Lama-lama kesal juga liat berita-berita di tv.. tiap hari itu lagi itu lagi. Ga jauh-jauh dari berita politik dan kasus korupsi.

Saya heran, kita jujur-jujuran saja lah.. pada ngaku saja lah. Apa sih yang diperjuangkan diatas ketidakjujuran dan kebohongan? harga diri?? gengsi??kebahagiaan? kesejahteraan?? kekayaan?? Saya pastikan Oo tidak bisa itu.. malah sebaliknya, tinggal menunggu waktu saja dimana Diri anda tidak akan ada harganya lagi, gengsi anda Non Sense, anda tidak akan pernah bahagia, anda akan jatuh miskin lahir batin meski materi ada di sekeliling anda.. hanya penderitaan ujung-ujungnya jika anda melakukan Ketidakjujuran dan Kebohongan.

Saya termasuk yang mengalami bagaimana korupsi yang sistematis itu berjalan di pemerintahan, saya pernah sempat terlibat didalamnya, sampai akhirnya saya keluar dari “lingkaran syetan itu” . Mungkin masih disebut kecil-kecilan..karena hanya proyek dibawah 5 M-an. Dan saya tahu persis bagaimana kekuatan politik berada dibalik itu, bagaimana semua direkayasa. Itu lah “gula-gula” yang menarik bagi  “semut-semut” politisi yang berbondong-bondong datang, malah sampai berebutan.. dengan janji-janji atas nama rakyat, bahkan Tuhan juga dibawa-bawa untuk kampanye. Naudzu billah..

Saya tahu tidak semua yang di pemerintahan seperti itu, tapi coba perhatikan..bandingkan, kalau perlu diteliti dengan jujur dan objektif. Banyakan mana? yg jujur dan bersih apa yang tidak jujur dan kotor??

Celakanya sekarang atas nama Otonomi Daerah dan Pemekaran Wilayah Kabupaten/Kota maupun Propinsi.. yang semula bertujuan baik untuk memajukan daerah, malah menjadi sarang-sarang korupsi baru. Jangan jauh-jauh, disini saja, di Kabupaten Manggarai. Yg asalnya hanya 1 Kabupaten Manggarai saja, kemudian dimekarkan menjadi 3, melahirkan 2 Kabupaten baru Manggarai Barat dan Manggarai timur. Ini efeknya cukup luar biasa.

Ya, tidak jauh berbeda dengan apa yang tiap hari tampak di TV itu. Dengan ada Kabupaten Baru, tentu ada “gula-gula” baru. Orang-orang berebut ingin jadi penguasa.. maka berbondong-bondonglah orang berpolitik. Tujuannya apa? supaya bisa menduduki kursi kekuasaan baru. Jadi Bupati, Jadi Anggota DPRD, jadi Pejabat Pemda, sampai ke PNS-PNS turunannya. Kemudian orang pun melihat ada “kantung duit” baru yang segar.. dana APBD untuk pembangunan daerah. Maka orang pun mulai tergiur mendapatkannya..

Maka tak heranlah disini, banyak terjadi pergeseran mata pencaharian. Yang tadinya usaha pertanian perkebunan, tanam kopi, tanam kakao dst tiba-tiba ramai-ramai membangun CV… berubah usaha jadi kontraktor. Ramai-ramai ikut tender.. dan konsekuensinya kembali ke politik. siapa menang dia yg dapat. maka otomatis yang main tender harus punya backing politik yang kuat..untuk itu dia harus berpolitik, dan berpolitik harus dengan uang. Maka di masa-masa Pilkada.. ada budaya baru, para pengusaha mulai berjudi, mempertaruhkan jagoannya masing-masing..dengan biaya yang tidak sedikit. Mereka patungan dengan jagoannya masing-masing, dengan harapan ketika jagoannya menang.. proyek-proyek nanti yang akan mereka dapatkan. Balik modal, harapannya lebih dari itu..dapat untung dikemudian hari. Begitulah diawal.

Celakanya kalaupun menang, masalah ternyata tidak selesai, si pengusaha2 kontraktor itu harus merogoh kocek lebih dalam lagi, karena mental birokrat-birokratnya yang koruptis. Biaya-biaya mendapatkan proyek ternyata besar juga. harus setor sana-sini dulu, harus kasih ini itu dulu, baru dapet.

Bayangkan, betapa banyak biaya yang keluar.. mulai dari biaya politik, dan biaya pelicin diawal itu, padahal dia belum melakukan pekerjaannya. Bisa kita perkirakan bagaimana pekerjaan yang akan dikerjakan nantinya. Pastinya dikorupsi lagi!! pasti tidak sesuai dengan kontrak. Mark-up pasti terjadi, pangkas sana-sini, biar dapet untung.. kualitas pekerjaan nomer sekian. Makanya jangan heran jalan-jalan mudah rusak, jembatan mudah roboh, saluiran air mudah mampet.. ya itu dia..

itulah gambaran singkat “lingkaran syetan” yang ada di sekitar kita..

memprihatinkan..

Lima Ribu


Blog Hits saya sebentar lagi menyentuh angka 5 ribu! akhir-akhir ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Salah satunya mungkin karena kelepasan pernah masuk status di facebook..jadi pada penasaran.. kalau di link-kan langsung ke facebook akan lebih mendongkrak lagi sebetulnya. tapi sok rada teu PD dengan tulisan-tulisannya punya bobot yang cukup. Baru sekedarnya saja.

Tapi angka Lima Ribu ini rekor pertama, sebelumnya di blog yang lainnya, meski usianya jauh lebih tua, tidak sampai Lima Ribu hitsnya. Padahal tulisan disana lebih banyak, dan waktu itu lagi agak sering banyak nulis.

Jadi Alhamdulillah kalau mulai banyak yg nengok kesini, terima kasih. Maaf kalau suguhannya masih seadanya. jangan pada kapok ya.Mudah-mudahan kedepan bisa menjajikan tulisan yang lebih bermanfaat bagi pengunjung sekalian..