Mengulas Sedikit Definisi Manajemen


Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

Sedangkan menurut Stoner Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan

Sederhananya bagi saya pribadi Manajemen ini merupakan suatu Cara, Tools, Metode, Alat yang dapat kita gunakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam segala hal atau segala bidang kehidupan, dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Sehingga selain digunakan untuk berbisnis dan mengelola sebuah perusahaan, manajemen ini bisa kita gunakan dalam hal lain, dari mulai manajemen komunikasi, manajemen waktu, manajemen keluarga, hingga manajemen qolbu.Karena ke fleksibelan inilah dulu saya tertarik memilih jurusan Manajemen ketika hendak kuliah ke Perguruan Tinggi. Disamping latar belakang saya yang berkecimpung di organisasi dan bisnis kecil-kecilan, ilmu manajemen akan selalu berguna dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pola pikir dan alur prosesnya bisa kita gunakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu dalam hidup kita.

Advertisements

Lensa Konvergen


Tiba-tiba saya teringat kepada sebuah benda yang namanya Lup, ya Lup atau kaca pembesar. Sebuah alat yang menjadi Trade Mark bagi seorang Detektif, tapi mungkin hanya di film, atau di TV saja begitu, terutama film-film kartun animasi seperti Conan. Karena mungkin saat ini saya ragu apa iya detektif atau Polisi intelijen menggunakan Lup sebagai perlengkapannya.

Bayanganku kembali ke masa-masa SMP, sekitar 14 tahunan yang lalu..wow.. sudah lama sekali. Waktu itu di Lab Fisika, tentu saja pada saat pelajaran Fisika berlangsung, Kelas 2 D, kebetulan gurunya adalah Wali Kelas sendiri, Ibu… aduh saya tidak mampu mengingat namanya, yang pasti huruf depannya R dan huruf Akhirnya A, ah.. kenapa lupa, padahal saya masih ingat wali kelas sewaktu kelas 1 Bapak Irwan Darmawan, dan kelas 3 Ibu Sri..

Ada apa di Lab Fisika? waktu itu kami belajar mengenai Lensa dan alat-alat yang menggunakan lensa. Setidaknya ada dua fungsi lensa, Lensa yang dapat memencarkan cahaya yang masuk, dan yang kedua mengumpulkan cahaya yang masuk. Yang pertama disebut Divergen, yang kedua Konvergen.

Terus kenapa?

Tampaknya kita butuh Konvergensi dalam hidup ini, setidaknya saya sih,, begitu banyak hal, begitu banyak masalah, begitu banyak sesuatu bertebaran disekitar kita, begitu banyak kebutuhan, keinginan, kepentingan yang lantas seringkali membuat hidup kita kurang fokus ke tujuan akhir kita. Akibatnya apa yang menjadi tujuan kurang efektif kita capai, karena tidak terfokus. Tidak memfokuskan setiap cahaya yang masuk dari setiap arah untuk dikonvergensikan menjadi satu titik yang jelas yang bahkan melahirkan kekuatan yang bisa membakar.. lup yang konvergen menghasilkan panas yang bisa membakar.

Pertanyaan berikutnya apa yang bisa menjadi lensa konvergen itu??

hmm,, kalau dalam disiplin ilmu, itulah Manajemen. Ilmu Manajemen, bagaimana mengelola sumber daya yang ada supaya bisa mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Bagaimana mengelola kebutuhan, keinginan, kepentingan, cita-cita, lingkungan sosial, bahkan orang-orang terdekat kita supaya bisa mendukung, bergerak ke satu titik tujuan akhir hidup kita. Thats The Point..

Bagaimana caranya?

Wah itu dia kunci selanjutnya, next time diteruskan ceritanya..

P.O.A.C


Mengawali kategori tentang Management.. saya langsung teringat dengan POAC yang merupakan singkatan dari Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Satu teori Fungsi Manajemen diantara banyak teori Fungsi Manajemen Lainnya.

Fungsi pertama : PLANNING

” Jika kamu gagal dalam merencanakan, itu sama saja artinya kamu merencanakan kegagalan…” ya, saya sepakat sekali dengan quote tersebut. Kita harus memiliki perencanaan, supaya segala sesuatu yang kita lakukan itu jelas arahnya. Bagaikan membangun sebuah bangunan, blue print-nya harus jelas dulu, denahnya dibuat dulu, bahan-bahannya dipikirkan dulu, tipe bangunan dan desainnya dst harus jelas.Supaya ketika bangunan itu mulai dibangun, yang membangun tidak bingung dan asal bangun begitu saja, apalagi kalau yang bangun itu banyak orang,, bisa kacau balau kalau tidak ada perencanaan, setiap orang akan membangun dengan pikirannya masing-masing.. seleranya masing-masing.. tidak akan pernah selesai nantinya.

Pertanyaan selanjutnya adalah perencanaan yang terbaik itu seperti apa?? Mulai dari mana?

Saya jadi ingat bukunya Sean Covey : Seven Habit for Effective Teens..salah satu buku yang banyak mempengaruhi pikiran saya selepas masa  SMA. Dalam buku itu dijelaskan pentingnya Mulai Dari Akhir..ketika kita merencanakan sesuatu. Apa maksudnya?? Mulai Dari Akhir disini artinya Tujuan, Sesuatu yang diharapkan terwujud, kondisi ideal yang kita inginkan, dalam bahasa lain bisa diartikan Visi atau Misi. Sederhananya ketika kita merencanakan perjalanan, hal pertama yang harus ditentukan adalah mau kemana?? Ketika merencanakan bangun rumah, rumah seperti apa? Tipe berapa?

Dan untuk menggambarkan Mulai Dari Akhir ini secara utuh, metode SMART adalah metode yang paling mudah kita pahami dan mudah diterapkan. Apa itu SMART? Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely (banyak versi, saya ambil versi itu saja) artinya Harus Spesifik, Terukur, Sesuatu yang memang bisa kita capai, Realistis dan tentukan waktunya.

Kembali ke contoh rencana bangun rumah, Spesifik berarti Rumahnya Jelas Rumah Tipe Apa, Terukur : Luas tanah berapa, luas bangunan berapa, lantai berapa, biaya berapa, Achievable : Lihat kemampuan kita, bisa tidak kita capai, penghasilan kita bisa mememenuhi biayanya tidak, desain rumahnya bisa dikerjakan tidak, arsitek atau tukang bangunnya bisa tidak mengerjakannya. Realistis : Dana ada tidak?, bahannya ada dan mudah didapat tidak? Lokasinya ada dan jelas batasnya?, Waktu : Selesai kapan? Tahapannya seperti apa? Berapa lama.

Perencanaan mencakup 100% apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sehingga bisa dikatakan 50% keberhasilannya bisa ditentukan dari perencanaannya, sisanya baru di fungsi yang selanjutnya.

Fungsi Kedua : ORGANIZING

Fungsi ini di tahap perencanaan sudah ditentukan, mengorganisasikan berarti membuat Struktur Organisasi, Membuat Pembagian Peran dan Fungsi. Intinya disitu. Untuk membangun rumah : ada Pimpinan Proyeknya tentunya yang mengawal keseluruhan aktifitas supaya tujuan akhirnya tercapai, menjadi penanggung jawab utamanya. Kemudian ada Arsiteknya yang membuat Blue Print, Buat Denah, ada Bendahara yang mengelola dana pembangunan, ada Bagian Belanja bahan-bahan bangunan, ada Pekerja Bangunannya, ada mandornya, pekerja bangunan juga jelas kerjaannya, mana ahli bikin fondasi,tembok, mana ahli perkusenan, siapa yang di Finishing, dst..

Fungsi Ketiga : ACTUATING

Dari asal katanya ACT.. atau ACTION..disini berarti tahap pelaksanaan, tahap implementasi. Lakukan rencana yang telah dibuat tersebut sesuai tahapan, sesuai fungsi dan peranannya masing-masing. Arsitek buatlah blue print rumahnya, bikinlah gambar sesuai rencana rumahnya. Bendahara siapkan dananya dan mulailah belanja bahan-bahan sesuai tahapan pembangunannya setelah Blue Print selesai, pekerja bangunan mulai bikin fondasi dst.. lakukan semuanya sesua rencana diawal.

Fungsi Keempat : CONTROLLING

Ini fungsi yang paling penting setelah perencanaan, bagaimana perencanaan ini dijaga dan dikendalikan supaya tidak terjadi penyimpangan, tidak terjadi hal-hal yang membuat rencana kita gagal dalam realisasinya. Antisipasi perlu ditentukan juga di perencanaan, sehingga ketika terjadi sesuatu, kita tidak terlalu sulit untuk mengontrolnya, tidak bingung tentang apa yang harus kita lakukan ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Misal terjadi kecelakaan pekerja, kita antisipasi dengan asuransi kecelakaan, kita antisipasi juga kesiapan tenaga penggantinya dari mana dst

Demikian sedikit tulisan pembuka tentang tema Management..

Semoga bermanfaat..