Indonesia Bersatu Bela Palestina


Pada hari minggu, tanggal 17 Desember 2017 di Lapangan Monas – Jakarta, kembali Umat Islam Indonesia berkumpul untuk mengadakan aksi atas inisiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah beberapa waktu sebelumnya reunian 212 di tempat yang sama.

Kali ini isunya adalah tentang pengakuan sepihak dari Amerika Serikat melalui presidennya Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota dari Negara Israel dari Tel Aviv. Dan atas pengakuan itu, Amerika Serikat hendak memindahkan Kantor Kedutaan Besarnya di Israel ke Yerusalem pula.

Sontak hal tersebut mengundang reaksi keras dunia, tidak hanya di Negera yang mayoritas penduduknya Muslim, yang Non – Muslim pun seperti Jerman dan Perancis turut mengecam pengakuan sepihak tersebut, selain akan mengancam perdamaian dan keamanan dunia, hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap Resolusi PBB atas permasalahan Palestina – Israel dan hanya akan mempertajam pertikaian dan peperangan diantara keduanya.

“Untuk menggiring dan menggembala domba supaya lebih mudah diarahkan dan disatukan, seorang pengembala biasanya menggunakan hewan Anjing untuk menggembala di padang rumput”,¬†demikian penggalan kata – kata dari KH Abdullah Gymnastiar (AA Gym) di sela – sela orasinya menumpamakan kejadian diatas, Umat Islam khususnya di Indonesia lebih mudah disatukan dengan isu Palestina ini. Tapi bukan berarti mengumpakan bahwa Presiden Amerika adalah Anjing. Pada aksi kali ini lebih banyak elemen ormas Islam ikut bergabung dibandingkan Aksi 212 sebelumnya, menandakan persatuan semakin bertambah dalam isu ini.

IMG_20171217_072939[1]

Sebagian orang masih meragukan efek dari aksi – aksi seperti ini apakah bisa berpengaruh atau tidak terhadap keputusan Amerika Serikat. Mungkin hanya beranggapan cuma Omdo (Omong Doang). Padahal sejatinya tidak! yang hadir aksi merupakan garda – garda terdepan dalam urusan Palestina, tidak di Indonesia saja, mereka memiliki titik – titik perjuangan di medan jihad Palestina sana. Ada yang berjuang di Bidang Medis dengan membangun Rumah Sakit dan mengirim relawan dokter, ada yang di bidang pendidikan dengan membangun mesjid dan pesantren dan sekolah disana, mengirimkan bantuan makanan dan logistik, dan tidak bisa dipungkiri pula tanpa sepengetahuan pemerintah terdapat laskar pasukan juga yang seringkali lolos pergi ke medan pertempuran sana yang dicap teroris seperti di Afghanistan dulu.

Poin persatuan ini yang harus terus dipelihara dan dikedepankan ditengah perbedaan pendapatan dan pengkotak-kotakan ormas atau organisasi islam. Umat Islam jangan lagi terjebak didalamnya, sebaiknya lihat permasalahan umat, lihat musuh bersama dan bergotong royong berjuang menyelesaikannya secara bersama – sama. Cara boleh beda tapi tujuan sama dan melangkah bersama – sama.

 

 

 

Advertisements

Ramadhan Sebentar Lagi


Lagi lagi waktu semakin cepat berlari meninggalkan kita, dan mau gak mau kematian semakin mendekati kita. Menyeramkan? bisa jadi, kematian menjadi sesuatu yang sering tidak kita sadari kedatangannya, menimpa orang-orang di sekitar kita secara tiba-tiba. Kita tinggal menunggu giliran saja. Sudah siapkah kita? itu sebuah keniscayaan. Kehidupan jaman sekarang yang cenderung materialis, kesibukan duniawi yang begitu menyita sebagian besar waktu kita, sering melenakan kita untuk mempersiapkan akhir hayat kita.

Setengah bulan lagi bulan Ramadhan datang, sebuah momentum yang sangat berharga untuk kita maksimalkan untuk merubah diri kita, momentum untuk bermetamorfosis menjadi pribadi yang lebih baik, layaknya ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.

Bulan Ramadhan bulan yang suci, untuk menjemput sesuatu yang suci sudah sepantasnya kita membersihkan diri pula, mensucikan diri kita menyambutnya, baik secara lahiriah maupun bathiniah, bersihkan seluruh bagian tubuh kita, pakaian kita, tempat tinggal kita, lingkungan kita dari segala macam kotoran ataupun najis yang melekat, tidak lupa setelah itu lebih membiasakan diri menjaga kebersihan dan kesuciannya setiap saat, lebih membiasakan diri senantiasa menjaga kebersihan, kerapihan, kesucian,meninggalkan kebiasaan yang jorok dst

Yang bersifat bathiniah kembali luruskan niat kita, membersihkan segala penyakit hati seperti ujub, takabur, sum’ah, menyelesaikan segala permasalahan dengan orang-orang di sekitar kita dari permusuhan, perselisihan, kedengkian, dan sejenisnya, saling memaafkan kesalahan, yang diikuti dengan saling menjaga silaturahim yang baik supaya senantiasa dalam kondisi yang baik, dalam sebuah ikatan kekeluargaan yang harmonis.

Memang semestinya kondisi ini tidak hanya dilakukan pada momen-momen Ramadhan atau Idul Fitri saja, semestinya kapanpun bisa selalu terjaga, namun demikian momen ini bisa menjadi pengingat untuk itu supaya kita selalu meningkatkan hal tersebut

Setengah bulan lagi Ramadhan, Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan Terbaik dalam hidup kita, semoga usia kita sampai, maksimalkan kesempatan ini, karena belum tentu kita mendapatkannya di masa yang akan datang

Mari kita siapkan diri kita untuk menyambutnya..

Cinta pada Allah, Cinta yang hakiki


Mudah sekali kata-kata itu diucapkan, mudah sekali kita bilang begitu, kata lainnya yang tidak jarang kita sampaiakan adalah salah satu ayat Al-Quran.. ‘alaa bidzikrillaah, tathma’innul quluub.. yang biasa diterjemahkan ‘ hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang..

kenapa gitu? salah?

Oh tidak, tentu tidak ada yang salah. Hanya berusaha menanamkan konteksnya dalam diri saya pribadi, supaya teks teks itu betul-betul menjadi sebuah keimanan yang terucap di lisan kita, betul-betul diyakini dihati, dan terbukti melalui amal perbuatan kita sehari-hari. Saya menulis tulisan-tulisan seperti ini bukan berarti saya sudah demikian adanya, ini perlu disampaikan supaya kita semua sadar kalau setiap orang itu berproses, dan bagi saya pribadi menyampaikan suatu kebenaran atau sesuatu yg ideal itu adalah hal yang insya allah lebih baik dan bermanfaat, meskipun kita belum mengamalkan sepenuhnya, prinsipnya jangan menunggu sempurna untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi sempurna

tentang cinta pada Allah, gampangnya memang bisa kita bayangkan seolah-olah Allah itu kekasih kita, seseorang yang kita cintai. Kita semua tentu pernah jatuh cinta pada sesorang bukan? suka sama seseorang sampai tertanam di hati. saya mempertanyakannya kalau ada yg belum pernah, kalau anak kecil ya jangan ditanya, apalagi orang yg tidak normal..

sekedar renungan, pernahkah kita merasa rindu pada orang yang kita cintai? kalau cinta pastinya rindu, karena rindu itu tandanya cinta. Jangankan sama orangnya, segala sesuatu yg terkait dengannya saja bisa jadi bikin hati kita rindu dan degdegan dibuatnya, bergetar hati kita. Tulisan-tulisannya, fotonya, atau barang-barang pemberiannya.

Ke Allah pun mestinya demikian kalau kecintaan kepada-Nya sudah tumbuh, kita rindu perjumpaan langsung dengannya melalui shalat 5 waktu, bahkan akan merasa kurang, ingin lebih lama lagi bertatap muka, tambah shalat rawatib, tambah, tahajud, tambah dluha.

Kita akan senang membaca tulisan-tulisan cintanya dalam Al-Quran, kita tidak akan bosan membaca ayat demi ayat, huruf demi huruf, dan betul betul berusaha memahaminya dan menyatu dengan perilaku kita sehari-hari, kemana-mana kita membawanya supaya dimanapun kita berada kita merasa bersama dengannya, dan sewaktu waktu bisa mengobati kerinduan dengan membacanya

Pemberian-pemberiannya apa lagi, lebih dahsyat lagi, segala sesuatu yang ada di Langit dan di Bumi adalah pemberiannya untuk kita, termasuk yg ada dalam kita sendiri, setiap detak jantung, setiap hela nafas, itu adalah pemberiannya, sejauh mata memandang semua itu barang pemberiannya loh, apa kita tidak senang dan bahagia mendapatkan semua itu dari yg kita cintai, apa tidak Dahsyat cinta-Nya Allah kepada kita? Dia kasih semua hal yg kita butuhkan dengan tulus, tanpa harap kembali, dan semuanya free… gratis.. bandingkan dengan manusia, air aja mesti beli, makanan tidak gratis, tapi Allah? semua gratis.. tanpa syarat dan ketentuan berlaku.

Sehingga mestinya setiap saat kita tidak bisa lepas dari Allah, inget terus, bahagia terus, senang terus bersama-Nya, karena Dia setiap saat selalu menemani kita,lebih dekat dari urat leher kita sendiri, manunggal bersama kita, sebuah bukti cinta yang Maha Sempurna dan Maha Luar Biasa. Mestinya kita tidak berpaling kepada selain-Nya kalau kita tahu diri.

Dan betul, itu hakiki, karena Allah itu kekal selama-lamanya, dan suatu saat kita juga kekal bersamanya, pertanyaannya apa kita kekal bersamanya di Syurga-Nya atau di Neraka-Nya?

Astaghfirullahal Adziim..

 

Kekuatan Doa


Doa adalah senjatanya seorang Muslim

Doa memiliki kekuatan yang Dahsyat, namun tentunya Do’a bukan sembarang do’a, tergantung siapa,bagaimana dan apa do’anya.

Lihatlah Dahsyatnya Do’a Nabi Ibrahim terhadap Bakka atau wilayah Mekah sekarang, bagaimana kesejahteraan tak pernah kurang, dan begitu ramainya sekarang menjadi tujuan bermilyar umat muslim dunia yang setiap saat pergi kesana. Padahal ketika Nabi Ibrahim berdo’a dan membangun ka’bah bersama Nabi Ismail, wilayah mekah adalah wilayah yang tandus dimana tak seorang pun tinggal disana.

Atau do’a nabi Musa terhadap umatnya dulu Bani Israil yang begitu nyata dalam memenuhi segala kebutuhannya dari mulai makanan, tempat tinggal sampai perlindungan yang aman dari kejamnya Raja Fir’aun waktu itu.

tapi kan itu nabi, Ok kalau itu terlalu jauh, tapi bagaimanapun itu nyata kan? do’a bisa memiliki kekuatan besar, logikanya karena kita berdo’a kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang Maha Tahu, dimana tidak ada siapapun yang bisa menandinginya, kalau Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menolaknya.

Saya hanya teringat masa kecil saya yang begitu fasih melafalkan do’a-do’a sehari-hari, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, dari mulai ngaca sampai pake pakaian, makan, keluar rumah, naik kendaraan, masuk keluar kamar mandi, masuk keluar mesjid, do’a bersin, do’a mau belajar, sampai do’a kalau dengar petir..

singkatnya sehari-hari tidak lepas dengan do’a, setiap beraktifitas apapun selalu diiringi do’a minimal sekali dimulai dengan basmalah dan diakhiri hamdalah, itu paling mentok kalau kita tidak hafal doa yg terbaik. Belum tambah shalat fardlu, shalat sunnah apa tidak dahsyat sebetulnya hidup seperti itu, namun apakah saya atau kita sudah sepenuhnya melakukan itu? mengingat-ingat kembali do’a-do’a itu yang mungkin tanpa sadar menganggap hanya berlaku pada saat masa kecil saja, berhenti ditengah jalan, padahal justru dulu diajarkan sejak kecil supaya terbiasa sampai segede ini.

Malah semestinya level do’anya meningkat kualitasnya, sudah mendoakan orang lain, keluarga, masyarakat, pemimpin, bangsa, bahkan mendoakan umat manusia seperti nabi-nabi itu, seperti Rosulullah Muhammad sendiri yang jauh memntingkan ummatnya dalam setiap do’anya sampai nafas terakhirnya. Tidak lagi do’a-doa pribadi, meminta kebutuhan-kebutuhan sendiri, kepentingan sendiri..

Sekedar mengingatkan diri pribadi supaya kembali menghidupkan kebiasaan itu, menghidupkan kembali do’a,menggunakan senjata paling ampuh yang ada, supaya semakin dekat lagi dengan Sang Pencipta untuk hidup kita yang lebih baik, lebih berarti dan lebih bermakna.

 

Sahabat, Pakaian, Amal, dan Rizki Yang Lebih Baik


Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

~ Sayidina Umar bin Khattab

Think Think Think…


Belum beres baca bukunya Harun Yahya yang berjudul “Bagaimana Seorang Muslim Berpikir” , saya langsung ingin sedikit menulis dan membaginya disini, tentunya dengan bahasa saya sendiri.

Dari 3 bab yang sudah saya baca, saya diingatkan akan Kelalaian dan ketidaksadaran, keterlenaan, dalam bukunya bahkan disebut sihir, tersihir. Apa yg lalai? apa yang tidak sadar? bahkan terlena dan tersihir?. Kehidupan dunia ini, kesibukan mengurus dunia, kesibukan bekerja, kesibukan mengurus harta, dst. Dari apa?

1. Kematian

Setiap saat seiring dengan bertambahnya usia kita, disaat itulah jatah waktu kita untuk hidup di dunia ini berkurang dan lambat laun namun pasti kita semakin dekat dengan kematian, akhir hidup kita di dunia ini.

Ya iya, itu bukan hal yg baru, semua juga tahu, apanya yang lalai?

Kita sering lalai dalam mempersiapkan kematian kita, kita sering lalai dan lupa kalau tujuan hidup di dunia ini adalah setelah kematian itu sendiri, apa yang akan kita bawa kesana, bekal apa? tentu bukan harta yang sehari-hari kita susah payah mencarinya, bukan pula kesenangan yang setiap saat kita habiskan waktu untuk itu, bukan pula jabatan, kedudukan, bahkan penghargaan dan pengakuan orang tentang kita, kekuasaan dst

apa kita mau mengorbankan waktu di dunia ini yg hanya sekejap mata saja dibanding kehidupan akherat nanti yang kekal untuk hal-hal yang tidak dapat menyelamatkan kita di akherat nanti? untuk hal yg sia-sia yg tidak dapat jadi bekal pulang kesana? pada mau ke Syurga kan? tapi apakah setiap saat yg kita lakukan adalah harga untuk sebuah tiket ke syurga?

2. Kefanaan dunia dan kekekalan akherat

Itulah kefanaan dunia dimana waktu kita lebih banyak dihabiskan untuknya. Bukan maksudnya meninggalkan semua itu, karena mustahil. hanya mengingatkan bahwa kita harus ingat, kita harus berpikir, kita harus mencari cara, melakukan segala upaya bahwa semua itu akan bermakna dan bernilai untuk akherat nanti. ini adalah sebuah keniscayaan. tidak ada seorang pun yang bisa menolaknya, ini adalah kenyataan hidup setiap orang yang harus dijalani, ini jalan hidup yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta kita.

Matian-matian kita menjadikan dunia ini tempat kesenangan semata, pada akhirnya pun sama akan berujung kepada kematian, dan memasuki kehidupan akherat yang kekal, pertanyaannya : hidup kekal di Syurga? atau Hidup Kekal di Neraka? kehidupan kita sekarang ini yang bisa menjawabnya dan membuktikannya nanti.

Jadi Allah menciptakan dunia beserta isinya itu tidak main-main, meski ada senda gurau didalamnya. kita ini disini di uji mana yang bertaqwa, mana yang paling banyak timbangan amalnya, mana yang paling banyak kebaikannya, bukan mana yang paling berkuasa, paling berat timbangan hartanya.

3. Berpikir mendalam tentang segala sesuatu

Tentunya disini maksudnya bukan mengajak kita untuk banyak tertegun, merenung, banyak mikir, banyak mengkhayal, dst. tapi berpikir yang produktif, kreatif, inovatif, dan solutif. Bukan berpikir yang kosong dan tidak menghasilkan apa-apa untuk kehidupan kita.

Kemudahan-kemudahan hidup yang kita rasakan sekarang adalah bukti hasil dari pemikiran yang diharapkan itu. Kita tidak hidup dalam kegelapan, kita tidak sulit berkomunikasi lagi satu dengan yg lainnya, tidak kesulitan untuk belajar sesuatu yg baru, bepergian pun waktunya semakin pendek. itulah bentuk hasil pemikiran yang diharapkan. sesederhana Isaac Newton yang memikirkan apel yang jatuh yg menghasilkan teori gaya gravitasi yg kemudian ternyata sangat bermanfaat sekali kemudian hari.

Lebih jauh dari itu, hasil pemikiran itu tentunya harus selaras dengan tujuan kita hidup yang saya sampaikan diawal tadi, untuk akherat kita. kita menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat manusia apabila lillahi ta’ala, apa tidak jadi sebuah bekal yang besar untuk masuk Syurga?

Kita bersungguh-sungguh berpikir bagaimana membantu sesama mengentaskan kemiskinan misalnya, dan betul-betul nyata usaha kita untuk itu. apa tidak berat timbangan amal kita nanti di akherat?

Berpikir bagaimana cara mencerdaskan kehidupan manusia, memberantas buta huruf, meningkatkan kesejahteraan manusia supaya bisa bermanfaat juga untuk yang lainnya. apa tidak dahsyat?

daripada waktu kita habis memikirkan diri sendiri, menyenangkan diri sendiri, cari kebaikan dan manfaat untuk diri kita sendiri. Sebesar itu pula nanti yang didapatkan. sedikit sekali timbangannya.

Do’a adalah senjatanya Muslim, berdoa yang terbaik untuk kehidupan kita


Ya Allah,Yang Maha Pengampun

Ampunilah hamba, yang masih kurang bisa mensyukuri segala kenikmatan yang telah Engkau berikan dalam setiap nafas dan setiap detik hidup hamba.

Ampunilah hamba jika lisan ini masih saja mengeluarkan kata keluh kesah, mengucapkan sesuatu yang tidak berguna, tidak enak dihati yang mendengarnya, bahkan menyakiti orang lain. Berikan hamba ketegasan mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah. Berikan hamba kemantapan dan keistiqomahan dalam kebenaran

Ampunilah setiap tulisan yang keluar melalui tangan ini, melalui pikiran dan perasaan ini yang jauh dari Ridlo-Mu , hamba sadar masih sangat jauh dari-Mu, belum banyak mengenal-Mu, sering hamba lalai meniadakan-Mu dalam hari-hariku, padahal Engkau sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher hamba

Ya Allah Yang Maha Tahu, Yang Maha Pemberi Petunjuk

Yang Maha Tahu Yang Terbaik Bagi Hamba-Nya

Berikanlah hamba petunjuk-Mu, jauhkan hamba dari rasa malas, jauhkan hamba dari keengganan untuk mencari petunjuk-Mu yang sebetulnya engkau sudah sediakan dimana-mana, dengan Rahman dan Rahiimu Engkau sudah berikan segala sesuatunya, berikan keteguhan dan kemantapan hati untuk menjemputnya

Tanamkan pada hati ini ketenangan, ketentraman, dan kelapangan dalam menghadapi setiap lika liku kehidupan ini. 

Karuniakan kepada hamba kejernihan pikiran, jauhkan hamba dari ketergesaan, jauhkan hamba dari pengaruh hawa nafsu yang menjerumuskan kehidupan hamba, emosi yang tidak terkendali, emosi yang buruk. Jadikanlah hafa nafsu dan emosi hamba sebagai bahan bakar semangat yang menggelora dalam meniti jalan keridloan-Mu, jalan hidup yang Engkau kehandaki

Ya Allah Yang Maha Perkasa

Hamba berlindung dari-Mu dari setiap godaan Syetan yang terkutuk yang setiap saat berusaha menjerumuskan, berusaha membawa hamba jauh dari-Mu, berikan hamba kekuatan dan kesadaran untuk menghindarinya

Ya Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Hamba yakin setiap apa yang hamba dapati dalam hidup hamba adalah yang terbaik dari-Mu, berikanlah kepada hamba hari esok yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik sebagaimana apa yang hamba cita-citakan selama ini, Engkau Maha Mengetahui segala isi hati hamba, jika itu yang terbaik sesuai dengan Ridlamu anugerahkanlah kepada hamba, jauhkanlah jika itu tidak Engkau ridlai, jauhkanlah itu jika itu hanya akan membawa keburukan dalam hidup hamba

Ya Allah Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan Do’a

Perkenankanlah do’a hamba ini yang hamba tuliskan disini, semoga menjadi manfaat dan menjadi kebaikan bagi siapapun pembacanya, dan perkenankan pula do’a setiap hamba-Mu yang senantiasa mereka panjatkan kehadirat-Mu

amiin, yaa robbal ‘alamiin