Akhirnya Saya Kecewa Denganmu Pak Jonan!


Ketika Pak Jonan dipilih sebagai Menteri Perhubungan oleh Presiden, saya menaruh harapan besar terhadap perubahan Transportasi Publik di Tanah Air, kenapa? karena di PT. KAI Bapak sudah banyak melakukan perubahan yang saya rasakan sendiri sampai sekarang. Namun hari ini saya mulai kecewa dengan keputusan kementrian perhubungan yang resmi melarang Layanan Transportasi Online beroperasi. Kenapa?? apa karena Kubu Layanan Transportasi Konvensional Protes? apa menurut Bapak mereka telah lebih banyak berkontribusi buat Negara melalui pajak atau retribusinya? sehingga pemerintah lebih membela kepentingan mereka yang tidak bisa berinovasi mengikuti perkembangan jaman dengan dunia layanan digital saat ini?

Ah, saya kecewa denganmu Pak Jonan
jonan
Bukannya bagaimana membuat perubahan regulasi yang bisa mengakomodir layanan tranportasi online dan memanfaatkannya untuk meningkatkan layanan transportasi publik yang lebih luas lagi, ini malah mematikannya! saya gak habis pikir dimana pikiran jernih pemerintah.

Bagusnya kan yang konvensional yang dirubah supaya bisa memanfaatkan teknologi layanan online tersebut sehingga tingkat layanan meningkat, memudahkan masyarakat, sekaligus memberikan keuntungan juga buat semuanya. Sederhana kan?

Saya khawatir pemerintah terjebak pemikiran pendek sesaat hanya untuk memenuhi tuntutan kubu transportasi konvensional yang tidak bisa beradaptasi dan mengatasi persaingan dengan transportasi layanan online. Apalagi ini bisa menimbulkan persepsi negatif masyarakat kepada pemerintah.

Ah kali ini saya kecewa kepadamu Pak Jonan!

Advertisements

1,2 Abad Bank BRI


120 tahun yang lalu, 16 Desember 1895 Bank ini pertama kali berdiri berawal dari Kas Mesjid di Purwokerto, Jawa Tengah ditengah-tengah masa penjajahan sebelum Indonesia Merdeka oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Header Banner BRI

Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti dan aktif kembali setelah perjanjian Renville tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat, tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM), kemudian tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Tahun 1968  fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia dan menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

itulah sekilas sejarah perjalan BRI, sekilas karena tentu saja pada kenyataannya 120 tahun itu bukan waktu yang sebentar, pasti banyak sekali cerita dan pencapaian-pencapaian seiring dengan proses pra-kemerdekaan RI dan setelah Merdeka. Dari masa orde lama, orde baru, orde reformasi hingga saat ini tentu banyak sekali dinamika yang terjadi dengan Bank ini.

Dan saat ini, BRI masih Eksis melewati masa itu, bahkan berhasil melewati masa-masa sulit krisis ekonomi yang pernah terjadi dimana Industri Perbankan Nasional mengalami collaps hingga banyak Bank yang tutup, dan dilikuidasi. Tapi BRI masih tetap berdiri kokoh dan terus maju.

Ditengah serbuan Bank Asing dan Swasta dalam persaingan yang ketat pun masih tetap tumbuh sehat dan menguntungkan, kuncinya memang Inovasi, Inovasi dan Inovasi, berubah terus mengikuti perkembangan yang ada.

 

Ketemu Imam Shamsi Ali


Siapakah beliau?

Mendengar atau membaca nama itu, umumnya terbayang sosok yang tinggi besar, mengenakan pakaian jubah putih dengan sorban, janggut panjang, dst dan ke-Arab-araban. Ternyata tidak! beliau tampak dengan penampilan sederhana layaknya orang Indonesia kebanyakan, ya! orang Indonesia!

Profil Beliau silahkan kunjungi http://shamsiali.com/

Beliau Imam Mesjid di New York City (Imam of the city’s largest mosque located in 96th street and 3rd AV Manhattan, Chairman of the Al-Hikmah Mosque in Astoria and the Director of Jamaica Muslim Center in Queens) Imam Mesjid yang suka dengan musik Hip Hop dan Rap! Imam Mesjid yang suka bergaul dengan Umat Agama lain seperti Rabbi Yahudi, Pendeta Nasrani, dll apakah beliau Liberal? ah saya tidak tertarik untuk men-dudge seperti itu.

Yang pasti, beliau sangat berperan mengenalkan Islam kepada dunia barat (Baca: Amerika) kebetulan pas di jantungnya pusat peradaban barat dengan pendekatan yang berbeda.

Beliau sampai mengenalkan Mesjid dengan istilah “Moslem/Islamic Church” yang sebetulnya bermakna tempat ibadah orang islam. Membuka mesjid untuk dikunjungi orang non-muslim hingga menjamunya dengan secangkir teh atau kopi, sehingga banyak yang tertarik untuk mengenal Islam, yang pada akhirnya banyak yang masuk Islam dan menjadi Muallaf.

Beliau juga tanpa ragu masuk ke lingkungan gereja, lingkungan sinagog untuk berdiskusi, saling bertukar pemikiran, atau tepatnya saling mengenal, sehingga Islam dimata dunia barat tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya dimana sangat identik dengan kekerasan, keterbelakangan dan terorisme. Beliau merubah paradigma tersebut menjadi sebaliknya, Islam semakin banyak diminati dan dianut oleh orang Amerika. Inilah Dakwah!

Saat ini beliau malah lebih fokus membina para Muallaf yang cukup membludak disana, sebuah kondisi yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya.

Cara berdakwah yang gaul ini yang perlu dikembangan terus, sehingga Islam betul-betul menjadi Rahmatan Lil ‘alamiin..

IMG-20151215-WA0004

Menjadi Manusia Yang Adaptif


adaptiveKehidupan yang dinamis yang penuh perubahan menuntut kita bisa cepat untuk beradaptasi. Perbedaan-perbedaan yang ada harus direspon dengan respon terbaik dari diri kita. Itulah sikap atau karakter Adaptif. Karakter ini sangat diperlukan untuk kita kuasai dalam kehidupan kita, terutama bagi mereka yang kehidupannya penuh dengan dinamika perubahan dan berada dalam lingkungan yang heterogen. Jika tidak dapat bersikap adaptif, maka kehidupan kita akan terganggu dan tidak akan seimbang, kenapa? karena kita makhluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain dan lingkungan sekitar kita.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika kita memasuki lingkungan baru seperti memasuki tempat tinggal/rumah baru, memasuki tempat kerja baru, tempat dengan budaya yang berbeda dengan kita.

Beberapa kiat supaya kita dapat beradaptasi dengan cepat antara lain :

  1. Sikap ProaktifJangan malu, jangan sungkan untuk memulai berinteraksi dengan orang baru yang berada di lingkungan baru yang kita masuki. Kita yang lebih dulu berinisiatif menyapa, menyalami, berkenalan, memulai percakapan. Ini kunci pertama memecah kebekuan dan kekakuan sekaligus pintu gerbang kita sendiri untuk mengenal lebih jauh lingkungan baru tersebut dari orang baru yang kita temui, dan merekalah yang akan menjadi teman kita, yang akan membantu dan mendukung kita. Juga sebaliknya, mereka adalah peluang bagi kita untuk kita bantu, inilah bentuk hubungan sosial yang akan terbangun.
  2. Kenali Lingkungan. Selain mengenali orang, mengenal lingkungan disekitar juga membantu kita memudahkan urusan kita kedepannya, berkelilinglah, temukan tempat-tempat yang kita butuhkan terletak dimana, hafalkan jalan-jalan, temukan tempat belanja dimana, rumaha sakit/klinik dimana, tempat olah raga dan seterusnya. Termasuk ketika memasuki kantor baru, kelilinglah ke sudut ruang-ruang dikantor, letak ruang pimpinan kita dimana, ruang rapat, ruang makan hingga toilet dan mushola.. lantai kantor dst. Aktif untuk bergerak, berkomunikasi dan berinteraksi, tidak pasif. Ini kunci supaya kita cepat beradaptasi.
  3. Komunikatif. Pada awalnya gunakan bahasa yang paling umum digunakan, ketika berada di lingkungan yang berbeda suku dan bahasa lokal, jika kita belum menguasai bahasanya, tentu saja gunakanlah bahasa umum bahasa Indonesia, namun demikian lebih baik lagi kita juga mulai belajar menguasai bahasa daerah lokal supaya lebih akrab, dan pada kondisi tertentu dengan menguasai bahasa daerah akan memudahkan urusan kita juga.

Ke Jakarta.. Kembali Lagi


Ke Jakarta lagi, mengulang kembali 7 tahun yang lalu saat pertama kali merantau di kota ini untuk menyalurkan bakat kebutuhanku.. alias bakat ku butuh. Tak ada cita-cita merantau sebetulnya, sebagaimana umumnya orang bandung yang suka home sick di tanah rantau, rasanya tetap nyaman ada di kampung halaman, namun apa daya, cita-cita tidak merantau pun sudah lama terbenam, dan belum ada gambaran itu akan muncul lagi.

Jakarta 2015 tentu saja sudah banyak berubah sejak saya tinggalkan 2011 silam, Kota yang penuh kenangan tersendiri juga setelah Bandung dan Jogja. Makin padat dengan gedung-gedung baru, fly over baru, dan jalur-jalur transportasi baru. Tentu saja macetnya makin gak genah, apalagi perjalanan Jakarta-Bandung via tol sekarang, jangan harap bisa 3 jam bisa sampai, makin menggila bisa double digit jam waktu tempuhnya kalau long weekend.

Kalau dulu pernah tinggal di kamar kos-kosan minimalis dengan kipas berkibas-kibas di sekitaran tanah abang dan fatmawati, dan masih single, sekarang kembali lagi sudah  bawa istri dan anak 1, tinggalah sekarang di rumah minimalis 3 petak dikawasan pasar minggu, tidak pake kibas-kibas hehe. Pulang pergi kerja seringnya bergabung dengan Roker CL (Rombongan Kereta Commuter Line) berdesak-desakan berbagi tempat, masih mikir-mikir bawa motor atau mobil sendiri.. mikir angsurannya maksudnya haha..

Ah semoga barokah dengan episode baru lagi ini, Alhamdulillah bisa diberi kesempaatan ke Kota Besar lagi, dan mendekati Kampung Halaman. Tidak terjebak dengan stigma-stigma dan pikiran-pikiran negatif, tidak terpengaruhi kehidupan buruknya ibu kota, Semoga lebih bersemangat sesemangat orang-orang jakarta mencari kehidupan duniawi, tapi tidak sekedar duniawi belaka, bisa bermakna dan bernilai lebih jauh dari itu, supaya bisa jadi bekal ke akherat nanti

Antara Pencitraan dan Komunikasi Publik


Akhir-akhir ini kata Pencitraan masih saja sering disebut-sebut orang. Istilah ini mulai menjadi populer sejak sekitar tahun 2009 ketika SBY berhasil terpilih kembali menjadi Presiden RI. Orang-orang berusaha mencari tahu apa rahasianya, dan ketemulah istilah itu, SBY melakukan Pencitraan di Media sehingga berhasil memikat rakyat untuk memilihnya menjadi presiden.

Sampai saat ini istilah ini juga sering dinisbatkan kepada pemerintah yang sedang berkuasa, bahkan jauh sebelumnya pada saat pemilu, orang-orang sering mancapkan istilah ini kepada kandidat yang berhasil berkuasa saat ini.

pertanyaannya, apa yang salah?

Saya pribadi tidak menyukai istilah Pencitraan, karena cenderung berkonotasi negatif yang mengarah kepada pembohongan publik, kemunafikan, dan topengan. Namun sebetulnya ada sisi-sisi lain disitu yang memang semestinya dilakukan oleh seorang pemimpin atau pejabat publik, yaitu Komunikasi Publik. Pemimpin harus berkomunikasi dengan yang dipimpinnya, dan yang namanya komunikasi ya mesti dua arah, informasi jangan didominasi datang dari pemimpin saja, malah seharusnya sebaliknya, pemimpin lah yang harus lebih banyak mendengarkan, menerima informasi dari rakyatnya terutama tentang permasalahan dan keluh kesahnya yang harus segera dicarikan solusinya untuk diatasi oleh pemimpin tersebut.

Dari sisi pemimpin sendiri tentu saja perlu penyampaian informasi yang baik terutama tentang apa yang telah dilakukannya selama ini, dan transparansi mengenai hal-hal yang memang harus diketahui publik seperti masalah anggaran misalnya, ini harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan.

Yang perlu digarisbawahi adalah muatan informasinya, jangan cuma keberhasilan-keberhasilan saja yang diekspos, tapi permasalahan-permasalahan juga ga ada masalah untuk diekspos, bisa jadi ada masukan berharga dari rakyat, sehingga ada kolaborasi yang baik antara pemimpin dan rakyatnya, bersatu bekerja bersama.Dan yang Haram adalah jangan mengada-ada infomasi, jangan ada permainan bilang berhasil ini itu, padahal kenyataannya sebaliknya.

Jangan sekali-kali bilang telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat… karena rakyat tau sendiri kenyataannya masih jauh… jangan sekali-kali bilang berhasil mereformasi birokrasi.. karena semua tahu birokrasi masih panjang dan melelahkan, jangan sekali-kali bilang kualitas pendidikan kita meningkat  pesat, jauh.. masih jauh..

kata-katanya mesti membumi dan akurat, sampaikanlah apa adanya, rakyat tidak akan lari dari pemimpin yang jujur dan bekerja keras untuk rakyat, tunjukan itu saja, tunjukan bukti kerja kerasnya, tentu saja tidak cuma dengan kata-kata, foto atau video.. jauh dibalik itu ada kejujuran dan ketulusan bekerja untuk rakyat. Bangunlah komunikasi intensif yang sehat, komunikasi yang jujur.

Ketika untuk berkomunikasi saja presiden menunjuk tim komunikasi, ini bagi saya hal yang negatif, ngapain sih untuk berkomunikasi saja bikin tim khusus.. itu malah jadi hambatan. Kalau memang tujuannya biar informasi yang disampaikan bisa detail dan lebih akurat ya menterinya lah yang harus ngomong, jangan-jangan level menteri juga nanti begitu, ada bagian lain lagi yang mewakilinya… ah.. sungguh tidak efisien dan tidak efektif.

Halo 2015…


Halo 2015? Sudah lewat jauh kali Mas.. Udah maret lagi sekarang..

Ya memang, tapi ya ini posting pertama di tahun 2015. Setelah lama gak nengok ini lapak karena permasalahan Transaksi kartu kredit pas pertama beli domain irwanirawan.com sehingga sempat di blokir dashboardnya, yang pada akhirnya tidak bisa saya pertahankan itu domain keburu direbut orang lain.

Dan amazingnya ternyata domain irwanirawan.com sampai jadi barang jualan yang harganya jadi selangit.. USD1,895!!! Itu bkn satu koma loh ya, itu seribu delapan ratus sembilan puluh lima dollar alias kalau dirupiahkan, katakanlah Rp menguat jadi 10.000 per dollar, pan jadi Rp 18.950.000,- padahal pas saya bikin pertama cuma USD 20 aja man… Lebih dari 900 Kali lipatnya!!
image

Akhirnya kuikhlaskan dia pergi, semoga dia cepat laku dan bahagia dengan pemilik yang Baru.

Dan sebagai gantinya saya pake irwanirawan.net , semoga bisa banyak berbagi lagi cerita-cerita, curahan-curahan, yang bisa bermanfaat bagi pembacanya, paling tidak untuk saya pribadi.

~salam